Harganas di Banyumas, Pemprov Jateng Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Rabu, 12 Juni 2024 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Ditambahkan, satu bentuk nyata dari edaran tersebut, adalah dengan intervensi serentak pencegahan stunting. Melalui gerakan tersebut, input data anak yang bermasalah pada tinggi badan dan gizi lebih cepat, sehingga segera tertangani.
"Hasil evaluasi yang dilakukan, posyandu, PKK masih mengalami keterlambatan input data. Padahal, data penting untuk pengambilan kebijakan dasar. Dengan kick off ini kita melaksanakan intervensi dengan data, supaya hasilnya bisa segera diketahui," ujarnya.
![Harganas di Banyumas, Pemprov Jateng Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting]()
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jateng Yuni Rahayuningtyas mengatakan, intervensi serentak pencegahan stunting melibatkan kader posyandu juga PKK. Secara spesifik, sasaran program ini adalah anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan calon pengantin. Mereka akan diukur massa tubuh, tinggi, risiko anemia, kualitas pemberian gizi, guna mendapatkan data valid
Dijelaskan, intervensi itu dilakukan merata di 49.967 Posyandu yang ada di Jateng. Tidak hanya kader posyandu dan PKK, program tersebut juga melibatkan lurah/kades, hingga Babinsa dan Bhabinkamtimas.
"Jika dalam pencatatan ada anak, ibu hamil, dan catin mengalami masalah gizi, harus dikonsulkan ke tenaga kesehatan, supaya diverifikasi apa masalahnya. Setelah itu akan diintervensi sesuai masalah apakah hanya edukasi, Pemberian Makanan Tambahan atau tindakan lain yang diresep (rekomendasi) dokter," katanya.
"Hasil evaluasi yang dilakukan, posyandu, PKK masih mengalami keterlambatan input data. Padahal, data penting untuk pengambilan kebijakan dasar. Dengan kick off ini kita melaksanakan intervensi dengan data, supaya hasilnya bisa segera diketahui," ujarnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jateng Yuni Rahayuningtyas mengatakan, intervensi serentak pencegahan stunting melibatkan kader posyandu juga PKK. Secara spesifik, sasaran program ini adalah anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan calon pengantin. Mereka akan diukur massa tubuh, tinggi, risiko anemia, kualitas pemberian gizi, guna mendapatkan data valid
Dijelaskan, intervensi itu dilakukan merata di 49.967 Posyandu yang ada di Jateng. Tidak hanya kader posyandu dan PKK, program tersebut juga melibatkan lurah/kades, hingga Babinsa dan Bhabinkamtimas.
"Jika dalam pencatatan ada anak, ibu hamil, dan catin mengalami masalah gizi, harus dikonsulkan ke tenaga kesehatan, supaya diverifikasi apa masalahnya. Setelah itu akan diintervensi sesuai masalah apakah hanya edukasi, Pemberian Makanan Tambahan atau tindakan lain yang diresep (rekomendasi) dokter," katanya.
Lihat Juga :