alexametrics

Debat Keempat, KPU sepakati Moderator dan Usulan Panelis

loading...
Debat Keempat, KPU sepakati Moderator dan Usulan Panelis
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan dua moderator dan panelis untuk debat keempat Pemilihan presiden 2019. Debat akan mengangkat tema ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan Internasional dengan peserta para calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan pihaknya bersama kedua tim sukses baik dari o1 dan o2 juga Bawaslu dan TV penyelenggara telah menyepakati moderator debat yaitu Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi untuk memandu jalannya debat yang akan diselenggarakan pada 30 Maret nanti.

"Disepakati bahwa penyelenggaraan debat keempat untuk moderator: Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi. Hal-hal tersebut berdasarkan musywarah dalam rapat antara TKN 01, BPN 02, KPU dan Bawaslu," ucapnya (25/3) di Gedung KPU Jakarta.



Retno Pinasti merupakan pembawa berita SCTV, sedangkan Zulfikar Naghi merupakan pembawa berita Indosiar. Wahyu menyampaikan, pemilihan moderator merupakan kesepakatan yang harus diambil bersama karena amanat UU.

"Yang terkait dengan peraturan perundang-undangan, argumentasi pemilihan moderator karena berdasarkan peraturan perundang-undangan moderator itu dipilih berdasarkan kesepakatan antara TKN dan BPN,"tandasnya.

KPU, sambungnya, telah memilih sembilan penelis untuk debat keempat Pilpres 2019. Sebagian besar nama-nama panelis berasal dari akademisi perguruan tinggi negeri. "Sekarang sudah ada yang dipilih, ada sembilan nama. Nanti kami adakan focus group discussion pada Rabu 27 Maret 2019," ungkapnya.

Mereka di antaranya, Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga Zakiyuddin dan akademisi fakultas teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Haryatmoko SJ. Dekan Fisip Universitas Gadjah Mada Erwan Agus Purwanto, akademisi departemen ilmu politik Fisip UI Valina Singka Subekti, serta Sekjen Transparency International Indonesia Dadang Tri Sasongko. Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf dan Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo. Akademisi HI Fisip Unair Basis Eko Soesilo dan Akademisi Fisip UI Kusnanto Anggoro.

Wahyu juga mengatakan kedua timses telah menyepakati format debat keempat. Format debat tersebut itu tak jauh berbeda dengan debat ketiga. "Tapi memang ada perubahan terkait dengan sesi keempat dan kelima, yang terdiri dari pertanyaan antarkandidat," jelasnya.

Dia menyebutnya sesi debat eksploratif yang memiliki waktu delapan menit itu akan diatur oleh moderator. Moderator membagi waktu bagi setiap kandidat untuk berbicara. Hal itu diambil agar setiap kandidat memiliki kesempatan yang sama dalam mengemukakan pendapat. Sehingga, sesi debat eksploratif berjalan lebih seru.

"Bagaimana 8 menit itu dialokasikan waktunya secara adil, itu lah peran moderator menjadi lebih strategis, untuk mengatur lalu lintas debat," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf mengatakan debat keempat bisa menjadi rujukan masyarakat Indonesia memantapkan pilihannya untuk memilih salah satu paslon.

"Semoga debat dapat berjalan dengan lancar dan baik dan semoga debat dapat dijadikan salah satu tolak ukur untuk publik dalam menilai capres yang akan di pilih nanti," ucapnya saat dihubungi wartawan.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak