Aksi Heroik Pasukan Khusus TNI Bebaskan Kapal dari Pembajak di Somalia
Kamis, 20 Agustus 2020 - 14:49 WIB
loading...
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono menceritakan detik-detik pembebasan Kapal MV Sinar Kudus dari perompakan di Somalia. Foto/Puspen TNI
A
A
A
JAKARTA - Ketangguhan pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjalankan operasi tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, kehebatan pasukan elite kebanggaan Indonesia ini telah diakui dunia internasional. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan mereka dalam menjalankan berbagai operasi baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya adalah, Operasi Merah Putih pembebasan Kapal MV Sinar Kudus dari pembajak di perairan Somalia.
Aksi heroik pasukan elite TNI dalam membebaskan Kapal MV Sinar Kudus dari perompakan diceritakan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono kepada tim podcast Pusat Penerangan (Puspen) TNI di Monumen Yasa Wira Ksatrian Hartono Cilandak Jakarta Selatan. Rabu, 19 Agustus 2020.
Dankormar yang saat itu menjabat sebagai Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) Korps Marinir TNI AL ini terlibat langsung dengan operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus dari pembajak di Somalia. ”Diawali saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, menerima laporan bahwa kapal MV Sinar Kudus bermuatan ferro nikel yang berlayar dari Sulawesi menuju Rotterdam, Belanda dibajak di perairan Laut Arab pada 2011,” tutur Dankormar dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (20/8/2020). (Baca juga: Operasi Militer TNI Paling Melegenda dari Masa ke Masa)
Kabar pembajakan kapal berbendera Indonesia segera ditanggapi pemerintah. Presiden SBY langsung menggelar rapat terbatas, dan memutuskan kapal dan anak buah kapal harus dibebaskan. Negosiasi dengan pembajak menjadi pilihan sambil menyiapkan operasi militer. ”Operasi militer menjadi tanggung jawab TNI, Panglima TNI saat itu Laksamana Agus Suhartono segera menyiapkan pasukan khusus TNI AL, Detasamen Jala Mangkara (Denjaka) untuk menjalankan tugas pembebasan kapal,” katanya.
Untuk mendukung tugas operasi, Denjaka mendapat perkuatan Sat 81/Penanggulangan Teror Kopassus, TNI AD, pasukan Intai Amfibi Marinir, Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592, satu helikopter, sea riders serta LCVP. (Baca juga: Tim Gabungan TNI-Polri Bebaskan 1.148 Sandera)
![Aksi Heroik Pasukan Khusus TNI Bebaskan Kapal dari Pembajak di Somalia]()
”Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui rencana operasi yang dibuat oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin. Kapal MV Sinar Kudus dikuasai pembajak, difungsikan sebagai kapal induk perompak di perairan El Dhanan, Somalia. Sinar Kudus berada ditengah kumpulan kapal-kapal pembajak. Pasukan penyerbu segera bersiap, mereka menunggu perintah, melakukan serbuan kilat ke kapal,” katanya.
Aksi heroik pasukan elite TNI dalam membebaskan Kapal MV Sinar Kudus dari perompakan diceritakan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono kepada tim podcast Pusat Penerangan (Puspen) TNI di Monumen Yasa Wira Ksatrian Hartono Cilandak Jakarta Selatan. Rabu, 19 Agustus 2020.
Dankormar yang saat itu menjabat sebagai Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) Korps Marinir TNI AL ini terlibat langsung dengan operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus dari pembajak di Somalia. ”Diawali saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, menerima laporan bahwa kapal MV Sinar Kudus bermuatan ferro nikel yang berlayar dari Sulawesi menuju Rotterdam, Belanda dibajak di perairan Laut Arab pada 2011,” tutur Dankormar dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (20/8/2020). (Baca juga: Operasi Militer TNI Paling Melegenda dari Masa ke Masa)
Kabar pembajakan kapal berbendera Indonesia segera ditanggapi pemerintah. Presiden SBY langsung menggelar rapat terbatas, dan memutuskan kapal dan anak buah kapal harus dibebaskan. Negosiasi dengan pembajak menjadi pilihan sambil menyiapkan operasi militer. ”Operasi militer menjadi tanggung jawab TNI, Panglima TNI saat itu Laksamana Agus Suhartono segera menyiapkan pasukan khusus TNI AL, Detasamen Jala Mangkara (Denjaka) untuk menjalankan tugas pembebasan kapal,” katanya.
Untuk mendukung tugas operasi, Denjaka mendapat perkuatan Sat 81/Penanggulangan Teror Kopassus, TNI AD, pasukan Intai Amfibi Marinir, Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592, satu helikopter, sea riders serta LCVP. (Baca juga: Tim Gabungan TNI-Polri Bebaskan 1.148 Sandera)

”Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui rencana operasi yang dibuat oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin. Kapal MV Sinar Kudus dikuasai pembajak, difungsikan sebagai kapal induk perompak di perairan El Dhanan, Somalia. Sinar Kudus berada ditengah kumpulan kapal-kapal pembajak. Pasukan penyerbu segera bersiap, mereka menunggu perintah, melakukan serbuan kilat ke kapal,” katanya.
Lihat Juga :