Tinjau Pasar Senggol Dumai, Jokowi Sebut Harga Sembako Stabil
Sabtu, 01 Juni 2024 - 17:28 WIB
loading...
Presiden Jokowi meninjau Pasar Senggol Dumai, Kota Dumai, Riau. Foto/SINDOnews/raka dwi novianto
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Senggol Dumai, Kota Dumai, Riau. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan sembako bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Jokowi menyebut harga di Pasar Senggol dinilai stabil. "Harga-harga di sini baik dan stabil, enggak ada yang melompat aneh-aneh," katanya, Sabtu (1/6/2024).
Mengenai stok beras, Jokowi memastikan ketersediaan beras di Gudang Bulog secara nasional lebih dari rata-rata biasanya. Jokowi pun meminta masyarakat untuk mengecek langsung ke Gudang Bulog setempat.
Baca juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Kekayaan Negara Sepenuhnya untuk Kemakmuran Rakyat
"Biasanya stok Bulog nasional itu biasanya 900.000 sampai 1,2 juta ton. Per hari ini, stok di Bulog sudah 1,8 juta ton. Tersebar di seluruh Gudang Bulog di tiap kota dan provinsi," jelasnya.
Presiden juga menyinggung tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang sulit turun meskipun produksi panen raya sudah meningkat. "Biaya petani untuk sewa lahan, pupuk, bibit, tenaga kerja, semuanya naik. Jadi masyarakat harus maklum bahwa petani juga harus mendapatkan keuntungan," kata Presiden.
Dalam kunjungannya, Jokowi menyebut harga di Pasar Senggol dinilai stabil. "Harga-harga di sini baik dan stabil, enggak ada yang melompat aneh-aneh," katanya, Sabtu (1/6/2024).
Mengenai stok beras, Jokowi memastikan ketersediaan beras di Gudang Bulog secara nasional lebih dari rata-rata biasanya. Jokowi pun meminta masyarakat untuk mengecek langsung ke Gudang Bulog setempat.
Baca juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Kekayaan Negara Sepenuhnya untuk Kemakmuran Rakyat
"Biasanya stok Bulog nasional itu biasanya 900.000 sampai 1,2 juta ton. Per hari ini, stok di Bulog sudah 1,8 juta ton. Tersebar di seluruh Gudang Bulog di tiap kota dan provinsi," jelasnya.
Presiden juga menyinggung tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang sulit turun meskipun produksi panen raya sudah meningkat. "Biaya petani untuk sewa lahan, pupuk, bibit, tenaga kerja, semuanya naik. Jadi masyarakat harus maklum bahwa petani juga harus mendapatkan keuntungan," kata Presiden.
Lihat Juga :