Lengser dari RI 1, Jokowi Diusulkan Memimpin Koalisi hingga Jadi DPA
Jum'at, 31 Mei 2024 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Atas dasar itu, Panel mengungkapkan Projo memiliki imajinasi ke depan terhadap Jokowi bisa memimpin sebuah partai politik. Dengan memimpin sebuah partai politik, ia menilai, Jokowi bisa banyak melakukan sejumlah hal untuk bangsa dan negara.
"Tentang bagaimana Pak Jokowi ke depan. Imajinasi Projo adalah ke depan Pak Jokowi bisa pimpin partai politik. Itu lho. Itu imajinasi Projo yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu. Kenapa mimpin partai politik? Yang pertama, lebih banyak yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa ketika Pak Jokowi dipimpin partai politik," katanya.
Selain itu, ia menilai, Jokowi juga bisa mengawasi Pemerintahan Prabowo-Gibran bila menjadi pemimpin partai. "Pasti partai politik yang dipimpin Pak Jokowi akan mengamankan akan mengawal sepenuhnya pemerintahan terpilih Prabowo-Gibran, semakin memastikan dan mengawal memastikan pemerintahan ini juga sukses sampai akhir," ucapnya.
Namun demikian, Panel mengatakan, Jokowi tak mungkin memimpin PDI-Perjuangan dan PKS. Hanya saja, ia tak jelaskan detail alasan tersebut. "Ya tadi itu, enggak mungkin PDI, enggak mungkin PKSlah. Ya sisanya mungkin," pungkasnya.
"Tentang bagaimana Pak Jokowi ke depan. Imajinasi Projo adalah ke depan Pak Jokowi bisa pimpin partai politik. Itu lho. Itu imajinasi Projo yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu. Kenapa mimpin partai politik? Yang pertama, lebih banyak yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa ketika Pak Jokowi dipimpin partai politik," katanya.
Selain itu, ia menilai, Jokowi juga bisa mengawasi Pemerintahan Prabowo-Gibran bila menjadi pemimpin partai. "Pasti partai politik yang dipimpin Pak Jokowi akan mengamankan akan mengawal sepenuhnya pemerintahan terpilih Prabowo-Gibran, semakin memastikan dan mengawal memastikan pemerintahan ini juga sukses sampai akhir," ucapnya.
Namun demikian, Panel mengatakan, Jokowi tak mungkin memimpin PDI-Perjuangan dan PKS. Hanya saja, ia tak jelaskan detail alasan tersebut. "Ya tadi itu, enggak mungkin PDI, enggak mungkin PKSlah. Ya sisanya mungkin," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :