Keluarga Siap Kembalikan Uang Korupsi SYL di Kementan

Rabu, 29 Mei 2024 - 17:01 WIB
loading...
Keluarga Siap Kembalikan...
Putra SYL, Kemal Redindo Syahrul dan istri SYL, Ayun Sri Harahap menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan dengan terdakwa SYL di ruang sidang PN Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024). FOTO/MPI/GIFFAR RIVANA
A A A
JAKARTA - Keluarga mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berniat mengembalikan uang hasil korupsi di Kementerian Pertanian ( Kementan ) ke negara. SYL didakwa memeras pegawainya hingga Rp44,5 miliar selama periode 2020-2023.

Niat pengembalian itu disampaikan putra SYL, Kemal Redindo Syahrul dan istri SYL, Ayun Sri Harahap ketika menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan SYL.

"Apakah Saudara ada niat baik untuk mengembalikan uang-uang itu?" tanya hakim ketua Rianto Adam Pontoh di ruang sidang PN Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: Joice Triatman Akui Diarahkan SYL Pakai Uang Kementan Rp850 Juta untuk Acara Nasdem

"InsyaAllah, Yang Mulia," ucap Kemal.

Istri SYL, Ayun Sri Harahap mengatakan hal yang sama. Ia ingin mengembalikan uang dari Kementan untuk perjalanan umrahnya.

"Khusus untuk umrah, kami sudah menunggu," mata Ayun.

"Mengembalikan uang itu?" tanya hakim ketua.

"Menunggu tagihan Yang Mulia, tagihan, tagihan belum datang jadi kami belum bayar," ucap Ayun.

Baca juga: Eks Stafsus SYL Akui Laporkan Bantuan dari Kementan ke Surya Paloh

Lantas, hakim ketua pun meminta kepada jaksa KPK untuk menghitung berapa total kerugian negara dan berkoordinasi dengan keluarga SYL mengenai pengembalian uang negara.

"Pengembalian uang negara ke KPK tidak menggugurkan indikasi pidana dan itu hanya salah satu hal yang meringankan, tapi kalau ada niat baik kan lebih bagus karena ini menyangkut uang negara. Para saksi sudah mengakui dan mau mengembalikan," ujarnya.

"Silakan nanti koordinasi dengan penuntut KPK, nanti akan dihitung dan silakan kalau ada niat baik sebelum tuntutan dibacakan," katanya.

Untuk diketahui, Syahrul Yasin Limpo diduga memeras pegawainya hingga Rp44,5 miliar selama periode 2020-2023 bersama eks Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan eks Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta.

Uang ini digunakan untuk kepentingan pribadi Syahrul dan keluarganya, misalnya membeli kado undangan, Partai NasDem, acara keagamaan, charter pesawat hingga umrah dan berkurban. Selain itu, ia juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp40,6 M sejak Januari 2020 hingga Oktober 2023.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
Rekomendasi
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Berita Terkini
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved