Kemenag Ajak Masyarakat Ikuti Gerakan Hari Sejuta Kiblat pada 27 Mei 2024
Kamis, 23 Mei 2024 - 10:43 WIB
loading...
Kemenag mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan Hari Sejuta Kiblat pada Senin, 27 Mei 2024. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan Hari Sejuta Kiblat pada Senin, 27 Mei 2024. Kegiatan ini memanfaatkan momen “Rashdul Qiblah” atau “Istiwa’ A‘zham,” ketika posisi matahari tepat di atas Ka'bah.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib menjelaskan, Hari Sejuta Kiblat bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa siapa saja dapat mengukur arah kiblat, tanpa memerlukan keahlian atau peralatan khusus.
"Di saat istiwa’ a‘zham, siapa saja, tanpa perlu memiliki keahlian atau perangkat teknologi khusus, bisa ‘meluruskan’ arah kiblatnya sendiri,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (23/5/2024).
Baca juga: Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27 Mei, Kemenag Gelar Pengukuran Arah Kiblat
Adib melanjutkan, pada waktu yang telah diperhitungkan melalui metode ilmu falak, bayangan semua benda yang berdiri tegak lurus akan sejajar dengan arah kiblat.
Peristiwa astronomi ini terjadi dua kali dalam setahun, umumnya pada 27-28 Mei dan 15-16 Juli, ketika deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Ka'bah.
Baca juga: Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari di Hutan saat Lumpuhkan Tokoh Fretilin
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib menjelaskan, Hari Sejuta Kiblat bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa siapa saja dapat mengukur arah kiblat, tanpa memerlukan keahlian atau peralatan khusus.
"Di saat istiwa’ a‘zham, siapa saja, tanpa perlu memiliki keahlian atau perangkat teknologi khusus, bisa ‘meluruskan’ arah kiblatnya sendiri,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (23/5/2024).
Baca juga: Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27 Mei, Kemenag Gelar Pengukuran Arah Kiblat
Adib melanjutkan, pada waktu yang telah diperhitungkan melalui metode ilmu falak, bayangan semua benda yang berdiri tegak lurus akan sejajar dengan arah kiblat.
Peristiwa astronomi ini terjadi dua kali dalam setahun, umumnya pada 27-28 Mei dan 15-16 Juli, ketika deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Ka'bah.
Baca juga: Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari di Hutan saat Lumpuhkan Tokoh Fretilin
Lihat Juga :