Otonomi Khusus Dinilai Bawa Kemajuan bagi Perempuan

Rabu, 22 Mei 2024 - 21:12 WIB
loading...
Otonomi Khusus Dinilai...
Otonomi khusus (Otsus) yang dilakukan pemerintah dinilai telah memberikan sejumlah kemajuan, salah satunya bagi kaum perempuan. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Otonomi khusus (Otsus) yang dilakukan pemerintah dinilai memberikan sejumlah kemajuan, salah satunya bagi kaum perempuan. Hal ini dikatakan akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Papua, Daniel Wamsiwor.

Daniel menyoroti peran perempuan Papua yang mengalami kemajuan di era otsus. "Sebelum otsus, perempuan di Papua dianggap sebagai kaum lemah dan terpinggirkan dalam berbagai hal," kata Daniel Womsiwor, Rabu (22/5/2024).

Menurut Wamsiwor, perempuan Papua berada dalam kesetaraan gender. Atau dalam istilah daerah bahasa Biak disebut komnis. Di mana kaum perempuan semakin dipandang setara atau sama dengan kaum laki-laki. Tanpa diskriminasi berdasarkan identitas gender.

"Perempuan sejatinya secara kodrat tercipta oleh Tuhan sebagai penolong laki-laki bukan pembantu. Dan konsep kesetaraan gender mulai menggema saat berjalannya otsus. Yang kemudian muncullah perempuan-perempuan tangguh yang ikut berperan dalam menjalankan otsus di tanah Papua," ujarnya.

Baca juga: Sekjen Dewan Papua Thaha Alhamid: Otsus Jalan Menuju Perubahan

Di kesempatan lain, Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Papua, Adeltje Pekade membeberkan langkah dan upaya pihaknya mengarusutamakan kesetaraan gender.

Menurut Adeltje, pihaknya menekankan penguatan pada aspek sosialisasi dan advokasi. Dua langkah ini menurutnya, harus terus digalakkan agar perempuan di tanah Papua semakin banyak yang berkiprah di berbagai sektor.

"Untuk pemberdayaan perempuan, kami terus memberikan dukungan, advokasi, komunikasi Informasi, dan edukasi melalui kelompok atau organisasi setempat," ucap Adeltje.

Misalnya di bidang politik hukum dan ekonomi, Adeltje mengemukakan, setiap tahunnya, bersama instansi terkait menjalankan program penguatan perempuan untuk terus mewujudkan kesetaraan gender di Papua.

Namun Adeltje menyebut, terdapat kendala dalam menjalankan programnya itu. Terutama masalah koordinasi antar instansi yang selalu harus ditingkatkan.

Tujuannya adalah, agar semua pihak memiliki komitmen yang sama demi memberi kesempatan bagi perempuan Papua berkiprah di segala bidang.

Adeltje menilai, pemerintah sudah mengapresiasi luar biasa bagi perempuan-perempuan Papua berkiprah dan menempati posisi strategis. Hal itu dapat membantu menyuarakan aspirasi kaum perempuan.

"Jadi, kami berharap akan ada lagi perempuan-perempuan Papua lainnya berkiprah agar dapat menyuarakan aspirasi perempuan sehingga bisa memberikan informasi ke berbagai pihak bagaimana kondisi perempuan dan anak serta bisa menjadi kebijakan ke depan," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Cegah Eskalasi Kekerasan,...
Cegah Eskalasi Kekerasan, Pemerintah Diminta Buat Resolusi Konflik Papua
Kemendagri dan KEPP...
Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Dorong Pengembangan Komoditas Kakao di Yapen, Jayapura, Mansel
KEPP Otsus Papua Strategis...
KEPP Otsus Papua Strategis untuk Percepatan Pembangunan
Prabowo Akan Kunjungi...
Prabowo Akan Kunjungi Papua, Rumah Sakit Khusus di Jayapura Bakal Diresmikan
Prabowo ke Kepala Daerah...
Prabowo ke Kepala Daerah se-Papua: Jangan Pakai Dana Otsus Buat Jalan-jalan!
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
Mendagri Usulkan Dana...
Mendagri Usulkan Dana Otonomi Khusus Aceh Diperpanjang
Studi di Amerika dengan...
Studi di Amerika dengan Beasiswa Otsus, Cecilia Mehue Kini Jabat Anggota DPRP Papua
Rekomendasi
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berita Terkini
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved