Psikolog Forensik Tantang Kapolri Luruskan Penyelidikan Kasus Vina Cirebon seperti Perkara Ferdy Sambo

Selasa, 21 Mei 2024 - 23:22 WIB
loading...
Psikolog Forensik Tantang...
Psikolog Forensik Reza Indragiri menantang Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meluruskan kembali penyelidikan kasus Vina Cirebon seperti halnya perkara Ferdy Sambo pada program Rakyat Bersuara iNews TV, Selasa (21/5/2024). Foto: iNews TV
A A A
JAKARTA - Psikolog Forensik Reza Indragiri menantang Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meluruskan kembali penyelidikan kasus Vina Cirebon seperti halnya perkara Ferdy Sambo. Kapolri harus mengambil sikap rendah hati, terbuka, dan tegas.

"Sekiranya Jenderal Listyo Sigit mengambil sikap terbuka, rendah hati, dan tegas yang sama seperti pada kasus Ferdy Sambo, kita buka, kita luruskan kembali proses penyelidikannya (kasus Vina Cirebon), maka saya sungguh-sungguh berharap beliau yang tahun ini mendapat Hoegeng Awards," ujar Reza dalam program Rakyat Bersuara yang ditayangkan iNews TV, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Psikolog Forensik: Penyelidikan Kasus Vina Cirebon Cenderung Cari Pengakuan Pakai Kekerasan

Pelurusan penyelidikan kasus ini bisa dilakukan lewat eksaminasi publik dari otoritas penegakan hukum yang secara spesifik diharapkan dilakukan Polri. Eksaminasi publik menjawab berkaitan dengan benar atau tidaknya telah terjadi tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan.

"Saya sepakat dengan Ito Sumardi (Mantan Kabareskrim) bahwa eksaminasi tidak hanya sepatutnya dilakukan Polri, tapi seluruh lembaga dalam sistem peradilan pidana sepatutnya secara legawa membuka kembali berkas hasil kerja mereka dan bersiap memuat ke publik temuan mereka," ungkapnya.

Menurut Reza, terdapat loop hole dalam pengungkapan fakta-fakta kasus ini. Misalnya, yang pertama berkaitan dengan proses pemeriksaan yang menitikberatkan pada mencari pengakuan atau keterangan yang bertumpu pada daya ingat manusia.

Sebab, keterangan yang bertumpu pada daya ingat manusia dalam dunia psikolog forensik justru mengaburkan fakta-fakta yang ada. Apalagi jika keterangan yang didapatkan berasal dari pemeriksaan yang bersifat penyiksaan.

"Karena ingatan manusia mudah terfragmentasi dan mudah terdistorsi baik atas keinginan si terperiksa yang secara sukarela mengubah keterangannya atau karena pengaruh luar entah itu iming-iming, entah itu penyiksaan," kata Reza.

Apalagi, terdapat pelaku yang mencabut keterangan pada berkas acara pemeriksaan (BAP). Terjadinya hal tersebut memperkuat bahwa dugaan mencari fakta dalam kasus Vina ini hanya mengandalkan keterangan daya ingat manusia atau keterangan buah hasil dari penyiksaan.

"Jadi ketika ada proses pemeriksaan yang berujung pada BAP kemudian BAP-nya dicabut di kemudian hari ini memperkuat kekhawatiran saya bahwa jangan-jangan sudah terjadi proses penegakan hukum yang terlalu mengandalkan pada mencari pengakuan atau keterangan yang sifatnya abusive, itu loop hole pertama," ungkap Reza.

Karena itulah, penting juga untuk mempertanyakan kembali benar atau tidaknya pembunuhan dan pemerkosaan itu benar terjadi. Menurut dia, hal itu untuk memastikan tindak pidana secara tuntas yakni dilakukannya eksaminasi.

"Karena itulah berangkat dari tiga loop hole tersebut saya rumuskan dua pertanyaan yang saya rekomendasikan sebagai bahan untuk eksaminasi. Pertama sekali lagi benarkah terjadi pemerkosaan, benarkah terjadi pembunuhan?" katanya.

(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Rekomendasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved