Jenis-jenis Baret TNI Berdasarkan Warna dan Posisinya
Minggu, 19 Mei 2024 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
Emblemnya terdapat gambar helm selam jalam dahulu dengan tombak trisula dan jaangkar. Masih di bawah TNI AL, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) juga mengenakan baret berwarna biru gelap dengan lambang Pushidrosal.
Pushidrosal memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan Hidro-Oseanografi (Hidros) yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun umum, dan menyiapkan data serta informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AL.
Markas Besar (Mabes) TNI AU juga diketahui mengenakan baret berwarna biru tua atau dikenal dengan Baret Lanud. Baret ini digunakan di satuan kerja Pangkalan Udara dan juga dipakai hampir seluruh personel TNI AU di luar Paskhas dan POM AU. Baret ini dengan emblem berlambang Swa Bhuwana Paksa yang bermakna sayap penjaga Tanah Air.
Baret ini digunakan oleh Polisi Militer (PM). Emblem pada baret PM ditandai dengan lambang dua pistol bersilang dalam bingkai segi lima berwarna emas.
Baret biru juga digunakan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad). Hanya saja, Puspomad mengenakan emblem bergambar topeng Gajah Mada dengan seloka Satya Wira Wicaksana.
Sama dengan Puspomad, baret biru juga dikenakan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Adapun yang membedakan adalah emblemnya. Emblem baret Pomal selain dua revolver bersilang juga terdapat gambar jangkar yang mengambarkan matra laut.
Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) juga mengenakan baret biru seperti dua matra lainnya. Emblem pada Pomau juga bergambar pistol bersilang dengan tambahaan gambar Garuda dan bintang bersudut delapan serta tulisan Wira Waskita.
Adalah satuan Artileri Medan (Armed) yang menggunakan baret ini. Baret cokelat yang dikenakan menggunakan emblem lambang Pusat Kesenjataan Artileri Medan atau (Pussen Armed) bernama Tri Shandya Yudha.
Sedangkan lambangnya berupa gambar dua buah meriam yang saling berhadapan dan dua amunisi arteleri dengan posisi tegak di bagian tengah. Selain Armed, Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) juga menggunakan baret cokelat.
Emblem pada baret cokelatnya menggunakan lambang Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) yaitu Vyati Rakca Bhala Cakti dengan makna prajurit sakti penjaga angkasa. Lambangnya berupa busur panah dengan anak panah yang siap ditembakkan ke atas.
Pasukan Kavaleri dengan emblem lambang Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) yaitu Tri Daya Cakti menggunakan baret ini. Makna yang terkandung di dalamnya adalah tiga kekuatan yaitu daya gerak, daya tembak, dan daya kejut.
Lambangnya berupa tank dengan latar belakang pedang dan tombak bersilang serta tapa kuda di atasnya. Baret hitam digunakan satuan Kavaleri dari Pusenkav hingga tingkat pasukan baik Batalyon, Detasemen, mapun Kompi Kavaleri.
Namun, Batalyon Kavaleri yang berada di bawah Kostrad menggunakan baret hijau Kostrad. Baret hitam juga dikenakan Korps Kapal Selam atau dengan berlambang Hiu Kencana.
Emblem ini berbentuk segi delapan yang di dalamnya terdapat jangkar dan dua ekor hiu berwarna emas. Sejak 2018, personel TNI yang bertugas di jajaran Mabes TNI dan di lembaga negara Republik Indonesia juga menggenakan baret berwarna hitam dengan emblem lambang TNI.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggunakan baret ini. Baret Kopassus berwarna merah darah dengan emblem Tribhuana Candraca Satya Dharma.
Maknanya adalah pasukan yang setia dan memiliki kemampuan bertempur dalam tiga matra yakni, darat, laut, dan udara. Lambangnya berbentuk bingkai segi delapan yang di dalamnya terdapat pisau komando, sayap, dan jangkar.
Pushidrosal memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan Hidro-Oseanografi (Hidros) yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun umum, dan menyiapkan data serta informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AL.
Markas Besar (Mabes) TNI AU juga diketahui mengenakan baret berwarna biru tua atau dikenal dengan Baret Lanud. Baret ini digunakan di satuan kerja Pangkalan Udara dan juga dipakai hampir seluruh personel TNI AU di luar Paskhas dan POM AU. Baret ini dengan emblem berlambang Swa Bhuwana Paksa yang bermakna sayap penjaga Tanah Air.
4. Baret Biru
Baret ini digunakan oleh Polisi Militer (PM). Emblem pada baret PM ditandai dengan lambang dua pistol bersilang dalam bingkai segi lima berwarna emas.
Baret biru juga digunakan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad). Hanya saja, Puspomad mengenakan emblem bergambar topeng Gajah Mada dengan seloka Satya Wira Wicaksana.
Sama dengan Puspomad, baret biru juga dikenakan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Adapun yang membedakan adalah emblemnya. Emblem baret Pomal selain dua revolver bersilang juga terdapat gambar jangkar yang mengambarkan matra laut.
Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) juga mengenakan baret biru seperti dua matra lainnya. Emblem pada Pomau juga bergambar pistol bersilang dengan tambahaan gambar Garuda dan bintang bersudut delapan serta tulisan Wira Waskita.
5. Baret Cokelat
Adalah satuan Artileri Medan (Armed) yang menggunakan baret ini. Baret cokelat yang dikenakan menggunakan emblem lambang Pusat Kesenjataan Artileri Medan atau (Pussen Armed) bernama Tri Shandya Yudha.
Sedangkan lambangnya berupa gambar dua buah meriam yang saling berhadapan dan dua amunisi arteleri dengan posisi tegak di bagian tengah. Selain Armed, Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) juga menggunakan baret cokelat.
Emblem pada baret cokelatnya menggunakan lambang Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) yaitu Vyati Rakca Bhala Cakti dengan makna prajurit sakti penjaga angkasa. Lambangnya berupa busur panah dengan anak panah yang siap ditembakkan ke atas.
6. Baret Hitam
Pasukan Kavaleri dengan emblem lambang Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) yaitu Tri Daya Cakti menggunakan baret ini. Makna yang terkandung di dalamnya adalah tiga kekuatan yaitu daya gerak, daya tembak, dan daya kejut.
Lambangnya berupa tank dengan latar belakang pedang dan tombak bersilang serta tapa kuda di atasnya. Baret hitam digunakan satuan Kavaleri dari Pusenkav hingga tingkat pasukan baik Batalyon, Detasemen, mapun Kompi Kavaleri.
Namun, Batalyon Kavaleri yang berada di bawah Kostrad menggunakan baret hijau Kostrad. Baret hitam juga dikenakan Korps Kapal Selam atau dengan berlambang Hiu Kencana.
Emblem ini berbentuk segi delapan yang di dalamnya terdapat jangkar dan dua ekor hiu berwarna emas. Sejak 2018, personel TNI yang bertugas di jajaran Mabes TNI dan di lembaga negara Republik Indonesia juga menggenakan baret berwarna hitam dengan emblem lambang TNI.
7. Baret Merah
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggunakan baret ini. Baret Kopassus berwarna merah darah dengan emblem Tribhuana Candraca Satya Dharma.
Maknanya adalah pasukan yang setia dan memiliki kemampuan bertempur dalam tiga matra yakni, darat, laut, dan udara. Lambangnya berbentuk bingkai segi delapan yang di dalamnya terdapat pisau komando, sayap, dan jangkar.
Lihat Juga :