Aliansi Kebangsaan Berharap Kabinet Baru Berbasis Kompetensi Keahlian
Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
“Negara-negara yang telah menjalankan ekonomi berbasis pengetahuan seperti negara-negara Eropa pada umumnya dan beberapa negara Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan ternyata lebih mampu menyejahterakan rakyatnya daripada negara-negara yang hanya bersandar pada kekayaan SDA,” ungkapnya.
Menurut Pontjo, belajar dari pengalaman sukses negara-negara tersebut sudah seharusnya Indonesia terus berupaya mentransformasikan diri dari perekonomian berbasis ekstraktif, pertanian tradisional, dan manufaktur konvensional menuju ekonomi berbasis sains dan teknologi (knowledge based economy).
Inilah salah satu harapan besar yang perlu dititipkan kepada kabinet baru nanti. Selanjutnya yang juga harus menjadi perhatian pemerintahan baru nanti secara sungguh-sungguh adalah perubahan geopolitik dunia.
“Dinamika geopolitik global ke depan akan menjadi tantangan bagi setiap negara tidak terkecuali Indonesia. Perkembangan geopolitik dapat berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan dan tatanan global. Ketidakstabilan geopolitik dapat menimbulkan berbagai krisis utamanya krisis pangan dan energi yang selanjutnya memicu ketidakpastian geoekonomi di tingkat global,” ujar Pontjo.
Menurut Pontjo, belajar dari pengalaman sukses negara-negara tersebut sudah seharusnya Indonesia terus berupaya mentransformasikan diri dari perekonomian berbasis ekstraktif, pertanian tradisional, dan manufaktur konvensional menuju ekonomi berbasis sains dan teknologi (knowledge based economy).
Inilah salah satu harapan besar yang perlu dititipkan kepada kabinet baru nanti. Selanjutnya yang juga harus menjadi perhatian pemerintahan baru nanti secara sungguh-sungguh adalah perubahan geopolitik dunia.
“Dinamika geopolitik global ke depan akan menjadi tantangan bagi setiap negara tidak terkecuali Indonesia. Perkembangan geopolitik dapat berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan dan tatanan global. Ketidakstabilan geopolitik dapat menimbulkan berbagai krisis utamanya krisis pangan dan energi yang selanjutnya memicu ketidakpastian geoekonomi di tingkat global,” ujar Pontjo.
(jon)
Lihat Juga :