Pakar Pariwisata UGM Dorong Pemerintah Beri Perhatian pada Pemangku Adat Destinasi Spiritual

Jum'at, 17 Mei 2024 - 22:03 WIB
loading...
Pakar Pariwisata UGM...
Konflik antara pemangku adat atau juru kunci di destinasi spiritual milik masyarakat dengan para pengunjung atau wisatawan telah menjadi fenomena umum di Indonesia seiring maraknya wisata tradisi atau wisata spiritual. Foto/Instagram Ni Luh Djelantik
A A A
JAKARTA - Konflik antara pemangku adat atau juru kunci di destinasi spiritual milik masyarakat dengan para pengunjung atau wisatawan telah menjadi fenomena umum di Indonesia seiring maraknya wisata tradisi atau wisata spiritual. Karenanya, pemerintah diminta memberi perhatian kepada para pemangku adat atau juru kunci destinasi-destinasi wisata ‘non man made’ atau destinasi spiritual tersebut.

Pandangan ini disampaikan Guru Besar Pariwisata UGM, Baiquni menanggapi konflik antara turis India dan pemangku adat di Pura Tirta Empul, Bali yang viral. Turis tersebut bersikeras berdoa di area terlarang dengan mengabaikan larangan adat.

Baiquni menyarankan pemerintah memberi perhatian pada para pemangku adat yang ia sebut sebagai ‘The Masters’ itu. The Masters memegang pengetahuan, tradisi setempat, yang musti dihargai sebagaimana akademisi dihargai di kampus.

“Dunia punya Standar Etika Kepariwisataan Dunia itu saja bisa disosialisasikan ke para ‘The Masters.’ Mustinya ada pertemuan rutin antara pemerintah dan para pemangku adat itu untuk meningkatkan pelayanannya, selain tentu saja wisatawannya juga dididik,” kata Baiquni dalam keterangannya dikutip, Jumat (17/5/2024).

Pemerintah atau dunia usaha bisa membantu para juru kunci untuk memasang tanda do and don’t di tempat-tempat destinasi spiritual tersebut. Termasuk membantu sosialisasi kepada para wisatawan terutama kalau di Bali, tentu saja, wisatawan asing.

Baiquni mengatakan mengenai value keberlanjutan lingkungan, penghargaan terhadap adat istiadat dan “The Masters” atau pemangku adat atau juru kunci, dalam setiap destinasi Cultural Heritage. Sehingga, menurutnya, isu mengenai pengelolaan yang lebih profesional seperti yang tertuang dalam Panduan Global Kode Etik Kepariwisataan bisa diimplementasi di lapangan.

“Bagaimana kita sebagai host, juru kunci harus bagaimana, wisawatan yang beda kultur harus bagaimana. Kalau ada konflik harus bagaimana, itu semua saya kira memang perlu untuk dikelola dan dimajamen dengan baik dan profesional. Ini penting karena sesungguhnya destinasi-destinasi yang kecil-kecil itu kan memang peran utamanya ada di ‘The Masters’ nya,” papar Baiquni.

Sebelumnya, aktivis sosial Bali, Ni Luh Jelantik me-repost unggahan akun Instagram Jeg Bali terkait konflik antara turis India dan pemangku adat di Pura Tirta Empul, Bali. Dalam keterangan repost-nya, Ni Luh berharap pemerintah memperkuat desa adat.

“Perkuat desa adat. Lindungi pemangku agar tetap bisa menjaga taksu Bali. Buat bapak India, terimakasih telah support Bali. Mohon taati aturan di masing-masing desa. Matur suksma.’

Kasus serupa terjadi di Makam Raja-raja Kraton Jogja dan Solo di Imogiri, di mana guide wisata mengeluhkan tarif yang dianggap tidak wajar.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Pariwisata Indonesia, IPTI di Jaktim Cetak SDM Berkualitas
Kenaikan Tiket Masuk...
Kenaikan Tiket Masuk MNI Menurunkan Kepercayaan Publik ke Pengelola
Soroti Musibah Wisata...
Soroti Musibah Wisata 2025, Evita: Reformasi Total Keselamatan dan Keamanan Pariwisata Nasional
Pariwisata Penghasil...
Pariwisata Penghasil Devisa, Prabowo Soroti Kota Kumuh
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Rekomendasi
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Berbahaya, Jangan Beri...
Berbahaya, Jangan Beri Tiga Jenis Buah Ini pada Kucing!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved