Memupuk Solidaritas Sosial di Tengah Pandemi Corona
Jum'at, 01 Mei 2020 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Mubarok juga menjelaskan pentingnya bantuan swadaya dari masyarakat agar masyarakat tidak mampu dapat bertahan dalam situasi saat ini.
“Kalau pemerintah sendiri saja misalnya masih kewalahan untuk mendistribusikan bahan makanan, Misalnya bantuan ke RT yang dibutuhkan ada 100 tapi yang diterima cuma 50 boks. Itu kan bagi aparat setempat menjadi berat karena yang membutuhkan jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu, penting sekali adanya bantuan dari kalangan masyarakat, baik pribadi, organisasi maupun kelompok,” tutur mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini.
Dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan spontanitas dari masyarakat yang muncul selama pandemi Covid. Hal tersebut sejatinya merupakan ciri khas masyarakat bangsa Indonesia.
“Fenomena membagi bantuan dari masyarakat ini sudah muncul tanpa adanya seruan. Saya kira seruannya mungkin justru ucapan terima kasih kepada mereka," tuturnya.
Mubarok menegaskan pandemi Corona sangat berimbas kepada masyarakat ekonomi lemah yang sebenarnya paling berat permasalahannya. Karena orang yang biasanya bekerja dengan rutin, sekarang ini menjadi tidak bisa bekerja atau diberhentikan dari tempat kerjanya karena bencana wabah ini.
“Bisa dibayangkan orang yang biasanya kerja dengan upah harian untuk kehidupannya lalu tiba-tiba dia tidak kerja, tentu dampaknya sangat luar biasa berat buat mereka,” ucap anggota DPR periode 2004-2009 itu.
“Kalau pemerintah sendiri saja misalnya masih kewalahan untuk mendistribusikan bahan makanan, Misalnya bantuan ke RT yang dibutuhkan ada 100 tapi yang diterima cuma 50 boks. Itu kan bagi aparat setempat menjadi berat karena yang membutuhkan jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu, penting sekali adanya bantuan dari kalangan masyarakat, baik pribadi, organisasi maupun kelompok,” tutur mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini.
Dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan spontanitas dari masyarakat yang muncul selama pandemi Covid. Hal tersebut sejatinya merupakan ciri khas masyarakat bangsa Indonesia.
“Fenomena membagi bantuan dari masyarakat ini sudah muncul tanpa adanya seruan. Saya kira seruannya mungkin justru ucapan terima kasih kepada mereka," tuturnya.
Mubarok menegaskan pandemi Corona sangat berimbas kepada masyarakat ekonomi lemah yang sebenarnya paling berat permasalahannya. Karena orang yang biasanya bekerja dengan rutin, sekarang ini menjadi tidak bisa bekerja atau diberhentikan dari tempat kerjanya karena bencana wabah ini.
“Bisa dibayangkan orang yang biasanya kerja dengan upah harian untuk kehidupannya lalu tiba-tiba dia tidak kerja, tentu dampaknya sangat luar biasa berat buat mereka,” ucap anggota DPR periode 2004-2009 itu.
Lihat Juga :