Memupuk Solidaritas Sosial di Tengah Pandemi Corona
Jum'at, 01 Mei 2020 - 13:58 WIB
loading...
Guru Besar bidang Psikologi Islam dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta, Prof Dr Achmad Mubarok. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) bukan menjadi penghalang untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sekitar.
Ibadah puasa di bulan Ramadhan justru dapat menjadi sarana melatih diri mengendalikan hawa nafsu yang juga bertujuan memupuk kepedulian terhadap sesama umat manusia.
Guru Besar bidang Psikologi Islam dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta, Prof Dr Achmad Mubarok mengatakan di tengah pandemi Corona, masyarakat justru semakin meningkat kepedulian sosialnya.
Hal ini sudah terbukti dengan terjadinya fenomena bagi-bagi makanan di jalan. “Sekarang memberikan makanan kepada orang-orang menjadi telah fenomena kekinian, di pinggir jalan, di mana-mana. Hal ini bisa terjadi karena lebih kepada spontanitas masyarakat yang bangkit kepeduliannya terhadap sesana. Makanya banyak yang melakukan itu justru dari perorangan atau pribadi,” tutur Achmad Mubarok di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Dia mengungkapkan selain dari perorangan, bantuan tersebut juga ada dari berbagai kelompok, organisasi maupun partai politik.
“Selain dari perorangan ada juga yang dari kelompok, seperti kemarin ada dari partai politik juga membagikan ribuan boks makanan. Jadi yang formal seperti kelompok itu segitu, tapi yang secara social dari pribadi-pribadi itu malah lebih banyak jumlahnya kalau di total semua,” tutur mantan anggota MPR periode 1999-2004 itu.
(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Ibadah puasa di bulan Ramadhan justru dapat menjadi sarana melatih diri mengendalikan hawa nafsu yang juga bertujuan memupuk kepedulian terhadap sesama umat manusia.
Guru Besar bidang Psikologi Islam dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta, Prof Dr Achmad Mubarok mengatakan di tengah pandemi Corona, masyarakat justru semakin meningkat kepedulian sosialnya.
Hal ini sudah terbukti dengan terjadinya fenomena bagi-bagi makanan di jalan. “Sekarang memberikan makanan kepada orang-orang menjadi telah fenomena kekinian, di pinggir jalan, di mana-mana. Hal ini bisa terjadi karena lebih kepada spontanitas masyarakat yang bangkit kepeduliannya terhadap sesana. Makanya banyak yang melakukan itu justru dari perorangan atau pribadi,” tutur Achmad Mubarok di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Dia mengungkapkan selain dari perorangan, bantuan tersebut juga ada dari berbagai kelompok, organisasi maupun partai politik.
“Selain dari perorangan ada juga yang dari kelompok, seperti kemarin ada dari partai politik juga membagikan ribuan boks makanan. Jadi yang formal seperti kelompok itu segitu, tapi yang secara social dari pribadi-pribadi itu malah lebih banyak jumlahnya kalau di total semua,” tutur mantan anggota MPR periode 1999-2004 itu.
(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Lihat Juga :