Demi Penuhi Kebutuhan SYL, Per Direktorat Kementan Siapkan Rp30 Juta Tiap Bulan
Rabu, 15 Mei 2024 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar jawaban tersebut, Jaksa kemudian mengulik soal apa yang dimaksud sharing rutin itu. "Di 2022 itu waktu saya kumpulin itu per direktorat itu per bulan Rp30 juta," jawab Saksi.
Uang tersebut menurut Edi, disiapkan untuk kebutuhan SYL dengan nominal yang relatif kecil. "Sudah dipatok Rp30 juta?" cecar Jaksa.
"Iya karena itu kita mengira, bukan mengira deh, jadi kebutuhan Pak Menteri ini kan ada yang di kita kebutuhan Pak Menteri ini, ada yang kecil-kecil, yang tadi yang kecil misal tiket Bu Tita, kemudian ada juga yang luar negeri, kalau yang luar negeri kan besar," papar Saksi.
Saksi melanjutkan, 'sharing' lainnya adalah untuk memenuhi kebutuhan SYL dengan nominal besar. Mereka pun menyebutnya 'sharing insidentil'.
"Jadi mau tidak mau kita sharingnya harus ada tambahan, jadi ada namanya sharing insidentil. Jadi kalo ada permintaan yang seperti itu yang besar itu baru kita kumpulkan lagi teman-teman direkrorat untuk menambah iuran," kata Saksi.
Uang tersebut menurut Edi, disiapkan untuk kebutuhan SYL dengan nominal yang relatif kecil. "Sudah dipatok Rp30 juta?" cecar Jaksa.
"Iya karena itu kita mengira, bukan mengira deh, jadi kebutuhan Pak Menteri ini kan ada yang di kita kebutuhan Pak Menteri ini, ada yang kecil-kecil, yang tadi yang kecil misal tiket Bu Tita, kemudian ada juga yang luar negeri, kalau yang luar negeri kan besar," papar Saksi.
Saksi melanjutkan, 'sharing' lainnya adalah untuk memenuhi kebutuhan SYL dengan nominal besar. Mereka pun menyebutnya 'sharing insidentil'.
"Jadi mau tidak mau kita sharingnya harus ada tambahan, jadi ada namanya sharing insidentil. Jadi kalo ada permintaan yang seperti itu yang besar itu baru kita kumpulkan lagi teman-teman direkrorat untuk menambah iuran," kata Saksi.
Lihat Juga :