Komitmen Pemerintah Perhatikan Nasib Petani Karet

Selasa, 14 Mei 2024 - 20:06 WIB
loading...
A A A
Dalam kesempatan tersebut, Dato Sri Ahmad Sukimi, CEO Mercu BioTech Nusantara mengatakan, alasannya memilih Indonesia dalam penerapan teknologi ini dikarenakan potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia di masa depan sangat besar, dan juga luas lahan karet di Indonesia termasuk kedua terbesar di dunia.

"Kajian dari teknologi ini sudah 12 tahun, kita harap bisa bantu meningkatkan kesejahteraan para petani karet di Indonesia, ungkapnya.

Lebih lanjut, Dato Sri Ahmad menyampaikan, teknologi ini tidak melukai pohon karet dalam proses penyadapannya. Selain itu, pihaknya siap membantu dalam penerapan teknologi tersebut serta sebagai pembeli (off-taker). Bahkan harga beli lateks ini bisa jauh lebih tinggi dari harga saat ini.

"Kami harap penerapan teknologi ini tidak berhenti di Lampung, dan bisa segera diterapkan pada lahan-lahan perkebunan rakyat maupun milik pemerintah Indonesia," sebutnya.

Kantor Staf Presiden telah bekerja sama dengan pihak Mercu BioTech Nusantara dalam mengimplementasikan teknologi baru ini untuk meningkatkan produktivitas hasil dan kepastian pembelian dengan harga yg relatif dua kali lipat dari harga yang didapat petani sebelumnya.

Petani karet, Is Alfarizi menyebutkan, penerapan teknologi mercu tap system telah menaikkan produksi karet di perkebunan karet miliknya. Dengan menggunakan metode ini selama dua minggu, sudah menghasilkan 211 kg getah karet dari yang sebelumnya hanya mencapai 15-20 kg.

"Dulu kalau hujan tidak bisa apa-apa, sekarang pakai teknologi ini sudah enggak lihat cuaca dan hasilnya banyak," pungkasnya.
(maf)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1700 seconds (0.1#10.140)
pixels