Keluar dari Gaza Tertunda, Relawan MER-C Pasrah dan Tetap Bantu Rumah Sakit
Jum'at, 10 Mei 2024 - 21:43 WIB
loading...
Salah satu daerah di Gaza, Palestina, luluh lantak akibat kekejaman Israel. Foto/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Perjalanan keluar Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C tertunda akibat invasi Israel. Alhasil, para relawan yang saat ini masih berada di Rafah, Gaza Selatan, hanya bisa pasrah dan tetap bertugas membantu di sejumlah rumah sakit.
Empat relawan EMT MER-C diarahkan oleh WHO untuk bertugas di Rumah Sakit Al Kuwaiti, sejak Rabu (8/5/2024). Tim terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter layanan primer dan perawat.
Salah satu relawan medis MER-C Ita Muswita mengatakan, RS Kuwaiti menjadi pintu pertama pasien. Sehingga, sejak ditugaskan mereka banyak menerima pasien korban langsung perang yang terkena bom, terutama luka bakar yang perlu dirujuk.
Baca juga: 12 WNI Relawan MER-C Masih Berada di Gaza
"Alhamdulillah kami bisa bantu mereka sebelum border (perbatasan) dibuka. Atas izin Allah, kami menerima apa pun bentuk takdir Allah, karena memang ini yang terbaik dari Allah. Doa kan kami tetap istikamah dalam tugas," kata Ita dalam keterangan, Jumat (10/5/2024).
Empat relawan EMT MER-C diarahkan oleh WHO untuk bertugas di Rumah Sakit Al Kuwaiti, sejak Rabu (8/5/2024). Tim terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter layanan primer dan perawat.
Salah satu relawan medis MER-C Ita Muswita mengatakan, RS Kuwaiti menjadi pintu pertama pasien. Sehingga, sejak ditugaskan mereka banyak menerima pasien korban langsung perang yang terkena bom, terutama luka bakar yang perlu dirujuk.
Baca juga: 12 WNI Relawan MER-C Masih Berada di Gaza
"Alhamdulillah kami bisa bantu mereka sebelum border (perbatasan) dibuka. Atas izin Allah, kami menerima apa pun bentuk takdir Allah, karena memang ini yang terbaik dari Allah. Doa kan kami tetap istikamah dalam tugas," kata Ita dalam keterangan, Jumat (10/5/2024).
Lihat Juga :