Kementan Komitmen Dampingi Petani Hadapi Serangan OPT

Minggu, 05 Mei 2024 - 20:23 WIB
loading...
Kementan Komitmen Dampingi...
Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah berkomitmen untuk berpihak kepada petani, termasuk mendampingi petani saat mengalami masalah serangan OPT. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) telah mengalami perkembangan yang pesat bahkan sampai kepada penerapannya sebagai teknologi terobosan untuk memecahkan berbagai permasalahan penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Sarana dan teknologi yang ada dibidang perlindungan tanaman pun terus berkembang sehingga diharapkan petugas pertanian dan masyarakat petani mengetahui dan mengikuti perkembangan tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah berkomitmen untuk berpihak kepada petani, termasuk mendampingi petani saat mengalami masalah serangan OPT.

Baca juga: Hama Tikus Serang Tanaman Jagung, Petani Tuban Gagal Panen

“Kami sangat bersyukur karena sektor pertanian sangat maju karena dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri,” ujarnya pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 11, bertajuk “Pengendalian Hama dan Penyakit yang Efisien Pada Padi dan Jagung” dikutip Minggu (5/5/2024).

Kepala Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, berbicara mengenai pertanian maka harus meningkatkan produktivitas. Kunci dari sebuah pertanian harus meningkat karena pertambahan penduduk. Lalu adanya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gizi yang juga semakin meningkat.

Baca juga: Orang Muda Ganjar Bantu Petani Berantas Hama Tingkatkan Hasil Panen

“Untuk meningkatkan produktivitas perlu adanya Smart Farming yakni pertanian cerdas, dengan pemanfaatan bio teknologi dan produk bio sains semaksimal mungkin,” ucapnya.

Kapoksi Pengendalian OPT Serealia Gandi Purnama mengatakan PHT merupakan perpaduan dari berbagai teknik pengendalian untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup. Baik secara fisik, mekanik, budidaya, biologi, genetik dan kimiawi.

“Sedangkan cara lainnya adalah sesuai perkembangan teknologi, serta PHT memperhitungkan dampak ekologis, ekonomis dan sosiologis,” ucapnya.

Gandi menjelaskan jika prinsip PHT yaitu budidaya tanaman sehat, tanaman sehat akan lebih tahan terhadap OPT, pemanfaatan musuh alami. Semuanya diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan petani sebagai ahli PHT. Selain itu juga agar petani mampu menerapkan PHT di lahan pertaniannya dengan pengamatan rutin untuk mengetahui populasi OPT atau musuh alami dan faktor pendukungnya.

”Sedangkan upaya pengamanan produksi dalam satu musim tanam di antaranya ada pra tanam, semai atau anam vegetatif dan generatif,” jelas Gandi.

Gandi menambahkan gerakan pengumpulan kelompok telur penggerek batang padi dan jumlah telur per kelompok 50-150 serta rata-rata 100. Jika terkumpulkan 10.000 kelompok telur maka telah menekan populasi 1.000.000 larva/ulat penggerek batang.

“Sedangkan Gropyokan tikus yakni jika tikus tertangkap 100 ekor dan 50%nya betina, maka dapat menekan populasi tikus sebanyak 100.000 ekor per tahun. Dalam setahun 1 pasang tikus bisa berkembang menjadi kurang lebih 2.000 ekor,” imbuhnya
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MBG Dinilai Jadi Motor...
MBG Dinilai Jadi Motor Ekonomi Lokal dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
IPB University Sebut...
IPB University Sebut Pentingnya Sistem Pangan sebagai Kunci Swasembada
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Baznas Salurkan 625...
Baznas Salurkan 625 Ton Beras Zakat Fitrah untuk 36 Provinsi
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Kementan Susun Skema...
Kementan Susun Skema Penguatan Sektor Perunggasan
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
Rekomendasi
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved