Lazisnu Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya ke UNHCR
Jum'at, 03 Mei 2024 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
"Sesuai proposal dari UNHCR, bantuan dengan nominal tersebut untuk kebutuhan makan pengungsi Rohingya selama satu bulan. Bantuan itu untuk menjamin kebutuhan dasar pengungsi Rohingya terpenuhi setiap harinya, yang utamanya adalah bantuan makanan," kata Riri.
Ia menjelaskan, fokus NU Care-Lazisnu adalah memberikan asistensi kepada mustahiq, seperti pengungsi Rohingya. "Rohingya ini juga merupakan mustahiq. Jadi kita punya tanggung jawab yang besar untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang fokus dengan pengungsi ini, yaitu UNHCR," katanya.
Pihaknya bergabung dengan UNHCR untuk turut berkontribusi dalam isu-isu kemanusiaan. Menurutnya, bantuan bagi pengungsi Rohingya adalah isu krusial yang perlu diperhatikan bersama.
"Ini atas dasar kemanusiaan. Dan kita tidak bisa diam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya. Mereka terkatung-katung di laut hingga terdampar di Aceh. Kita punya tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu pengungsi Rohingya. Mereka ini kelompok yang mengalami penindasan dari junta militer Myanmar," ujar Riri.
"Dan bantuan ini pun sesuai dengan ajaran Islam dan ajaran NU, yaitu ukhuwah basyariah dan ukhuwah islamiyah. Kemudian NU Care-LAZISNU sebagai lembaga zakat memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya ini agar kesulitan mereka dapat sedikit terangkat," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Ann Maymann mengungkapkan bantuan itu tidak tak hanya untuk asistensi semata, melainkan juga untuk perjuangan bagi kemanusiaan. "Dan untuk menyelematkan generasi etnis Rohingya selanjutnya dalam dunia yang lebih baik. Dan agar kita semua punya hak hidup yang baik dan layak," ungkapnya.
Ann mengatakan ada lebih dari 114 juta orang yang mengungsi atau terpaksa mengungsi dan 60% didominasi dari negara-negara mayoritas muslim atau negara anggota OKI. UNHCR pada 2020 membuka unit kerja Filantropi Islam dan telah menerima banyak dukungan dari lembaga-lembaga mitra filantropi Islam di Indonesia.
Ia menjelaskan, fokus NU Care-Lazisnu adalah memberikan asistensi kepada mustahiq, seperti pengungsi Rohingya. "Rohingya ini juga merupakan mustahiq. Jadi kita punya tanggung jawab yang besar untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang fokus dengan pengungsi ini, yaitu UNHCR," katanya.
Pihaknya bergabung dengan UNHCR untuk turut berkontribusi dalam isu-isu kemanusiaan. Menurutnya, bantuan bagi pengungsi Rohingya adalah isu krusial yang perlu diperhatikan bersama.
"Ini atas dasar kemanusiaan. Dan kita tidak bisa diam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya. Mereka terkatung-katung di laut hingga terdampar di Aceh. Kita punya tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu pengungsi Rohingya. Mereka ini kelompok yang mengalami penindasan dari junta militer Myanmar," ujar Riri.
"Dan bantuan ini pun sesuai dengan ajaran Islam dan ajaran NU, yaitu ukhuwah basyariah dan ukhuwah islamiyah. Kemudian NU Care-LAZISNU sebagai lembaga zakat memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya ini agar kesulitan mereka dapat sedikit terangkat," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Ann Maymann mengungkapkan bantuan itu tidak tak hanya untuk asistensi semata, melainkan juga untuk perjuangan bagi kemanusiaan. "Dan untuk menyelematkan generasi etnis Rohingya selanjutnya dalam dunia yang lebih baik. Dan agar kita semua punya hak hidup yang baik dan layak," ungkapnya.
Ann mengatakan ada lebih dari 114 juta orang yang mengungsi atau terpaksa mengungsi dan 60% didominasi dari negara-negara mayoritas muslim atau negara anggota OKI. UNHCR pada 2020 membuka unit kerja Filantropi Islam dan telah menerima banyak dukungan dari lembaga-lembaga mitra filantropi Islam di Indonesia.
Lihat Juga :