Jadi Pintu Gerbang IKN, Kampus ULM Diminta Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional
Kamis, 02 Mei 2024 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi ini kita mau pindahin IKN yang dapat manfaatnya siapa? Pertama Kalimantan, semua Kalimantan menjadi penyangga. Sekarang lihat, pertama ekonomi di Kaltara pasti ke depan akan dapat manfaatnya. Dan ini konsen tata kota yang paling baik, yang dipakai itu 30%, 70% alam. Ini salah satu kota terbaik di dunia. Saya disuruh memimpin investasinya,” ujar Bahlil.
Baca juga: 2.505 ASN dari 25 Instansi Pusat Siap Hijrah ke IKN, Intip Daftarnya
Terkait perencanaan investasi di IKN, Bahlil menjelaskan, klaster pertama investasi yang dipimpinnya memprioritaskan investor atau pengusaha dalam negeri, kemudian klaster kedua diisi oleh investor asing.
“Jangan pusat kotanya diambil oleh asing. Yakin dan percaya pemicu peradaban baru dalam pengelolaan kota dan invesetasi. Di sana kita pake mobil listrik, yang dari PLTA. Indonesia kita bangun di wilayah-wilayah yang bukan hutan. Dan Kalsel itu masuk dalam investasi kurang lebih hampir Rp7 triliun. Kita akan membangun pusat kawasan ekosistem industrialisasi dari batu bara dan kita dorong sektor hilirisasi pertanian dan perkebunan serta kelautan. Kalsel akan menjadi penyangga pertama IKN,” tegas Bahlil.
Sementara itu, Rektor ULM Ahmad Alim Bachri mengatakan, telah merencanakan ULM menjadi kampus ketahanan pangan nasional, pusat penelitian lahan basah, dan mangrove dunia karena keberadaan ULM di Kalimantan Selatan merupakan potensi gerbang utama bagi IKN. Ahmad menjelaskan, dalam perencanaanya bakal dibangun pelabuhan internasional. Selain itu, sebagai kampus ULM diharapkan mampu berperan untuk mengamankan dari sisi lingkungan.
Baca juga: 2.505 ASN dari 25 Instansi Pusat Siap Hijrah ke IKN, Intip Daftarnya
Terkait perencanaan investasi di IKN, Bahlil menjelaskan, klaster pertama investasi yang dipimpinnya memprioritaskan investor atau pengusaha dalam negeri, kemudian klaster kedua diisi oleh investor asing.
“Jangan pusat kotanya diambil oleh asing. Yakin dan percaya pemicu peradaban baru dalam pengelolaan kota dan invesetasi. Di sana kita pake mobil listrik, yang dari PLTA. Indonesia kita bangun di wilayah-wilayah yang bukan hutan. Dan Kalsel itu masuk dalam investasi kurang lebih hampir Rp7 triliun. Kita akan membangun pusat kawasan ekosistem industrialisasi dari batu bara dan kita dorong sektor hilirisasi pertanian dan perkebunan serta kelautan. Kalsel akan menjadi penyangga pertama IKN,” tegas Bahlil.
Sementara itu, Rektor ULM Ahmad Alim Bachri mengatakan, telah merencanakan ULM menjadi kampus ketahanan pangan nasional, pusat penelitian lahan basah, dan mangrove dunia karena keberadaan ULM di Kalimantan Selatan merupakan potensi gerbang utama bagi IKN. Ahmad menjelaskan, dalam perencanaanya bakal dibangun pelabuhan internasional. Selain itu, sebagai kampus ULM diharapkan mampu berperan untuk mengamankan dari sisi lingkungan.
Lihat Juga :