Tito Karnavian: Harus Ada Counter Narasi untuk Meluruskan Narasi Jihad yang Salah
Selasa, 18 Agustus 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
"Saya melihat ada satu set narasi yang sama dalam melakukan aksi kekerasan. Mereka banyak sekali menyitir dari satu sumber. Sumber-sumber dari Timur Tengah. Konsep jihad bagi mereka adalah jihad peperangan, qital, bahkan hukumnya wajib ain, bukan fardlu khifayah. Jihad ini bahkan seperti rukun Islam keenam. Bagi mereka, harus dilaksanakan," tuturnya.
Lebih lanjut Tito menuturkan, perembangan geopolitik dunia mulai berubah sejak medio tahun 2000-an. Tepatnya, ketika peristiwa pembajakan pesawat dan bunuh diri oleh kelompok esktremis Islam, Al-Qaeda 11 September 2001 yang menyerang sejumlah titik di Amerika, salah satunya World Trade Center (WTC).
"Inilah yang mengubah geopolitik dunia. Amerika belum pernah diserang di jantungnya. Amerika membuat global war on terror. Indonesia pun beruntun dikejutkan peristiwa Bom Bali. Disusul berbagai peristiwa teror berikutnya," ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCINU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menilai buku Fiqih Kebangsaan III ini sangatlah penting. Menurutnya, buku ini dapat mengisi ruang kosong dalam fikih siyasah dan tema-tema khilafah.
Buku ini, sambungnya, bukan pesanan pemerintah, bahkan bukan dari orang liberal. Ini jelas murni dari Lirboyo dan rujukannya pun sangat komplit.
Lebih lanjut Tito menuturkan, perembangan geopolitik dunia mulai berubah sejak medio tahun 2000-an. Tepatnya, ketika peristiwa pembajakan pesawat dan bunuh diri oleh kelompok esktremis Islam, Al-Qaeda 11 September 2001 yang menyerang sejumlah titik di Amerika, salah satunya World Trade Center (WTC).
"Inilah yang mengubah geopolitik dunia. Amerika belum pernah diserang di jantungnya. Amerika membuat global war on terror. Indonesia pun beruntun dikejutkan peristiwa Bom Bali. Disusul berbagai peristiwa teror berikutnya," ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCINU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menilai buku Fiqih Kebangsaan III ini sangatlah penting. Menurutnya, buku ini dapat mengisi ruang kosong dalam fikih siyasah dan tema-tema khilafah.
Buku ini, sambungnya, bukan pesanan pemerintah, bahkan bukan dari orang liberal. Ini jelas murni dari Lirboyo dan rujukannya pun sangat komplit.
Lihat Juga :