Tiga Penyair Ini Disebut Lakukan Lompatan Besar Dunia Puisi Indonesia
Rabu, 24 April 2024 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini, Sutardji berusaha mengatasi pengaruh Chairil Anwar dengan kembali ke semangat mantra. Puisi yang ditulis Sutardji terlihat lekat dengan mantra, yang meniru bunyi-bunyian yang kadang-kadang tidak mengandung arti.
"Di sini kelihatan sekali Sutardji menghindari kata-kata hanya sebagai saluran ide," ucapnya.
Penyair terakhir sampai saat ini yang melakukan lompatan besar dalam karyanya adalah Denny JA. Menurut Ipit, Denny menulis dan menawarkan gagasan puisi esai yang ditulisnya.
Perbedaan utama puisi esai dengan puisi sebelumnya adalah Denny membaurkan antara fiksi dan fakta dalam badan puisi ataupun dalam catatan kaki. Gagasan puisi esai ini terus menggelinding sampai sekarang dan makin banyak orang menulis puisi esai.
"Sebelumnya belum ada puisi yang secara tegas dikaitkan dengan sebuah peristiwa atau fakta melalui catatan kaki," paparnya.
"Di sini kelihatan sekali Sutardji menghindari kata-kata hanya sebagai saluran ide," ucapnya.
Penyair terakhir sampai saat ini yang melakukan lompatan besar dalam karyanya adalah Denny JA. Menurut Ipit, Denny menulis dan menawarkan gagasan puisi esai yang ditulisnya.
Perbedaan utama puisi esai dengan puisi sebelumnya adalah Denny membaurkan antara fiksi dan fakta dalam badan puisi ataupun dalam catatan kaki. Gagasan puisi esai ini terus menggelinding sampai sekarang dan makin banyak orang menulis puisi esai.
"Sebelumnya belum ada puisi yang secara tegas dikaitkan dengan sebuah peristiwa atau fakta melalui catatan kaki," paparnya.
Lihat Juga :