Paskibraka dan Pramuka, Cara Positif Berkontribusi bagi Bangsa
Selasa, 18 Agustus 2020 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Rekrutmen menjadi anggota Paskibraka memang ketat dan terukur. Hanya mereka yang memang betul-betul memenuhi syarat yang akan terpilih. Materi diklat Paskibraka merupakan kombinasi antara aspek psikomotorik, aspek afektif, juga kognitif. Pengetahuan, nilai-nilai moral, dan aktivitas fisik. Ini aspek-aspek penting untuk membentuk karakter ideal anak-anak muda.
“Kalau nilai-nilai ini bisa didiseminasi di kalangan anak muda, tentu akan melahirkan anak muda yang berkarakter, berdedikasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kami mengharapkan setelah mereka bertugas sebagai Paskibraka, dan pulang kembali ke sekolah dan masyarakat, mereka bisa jadi tolok ukur, model, teladan, di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Asrorun. (Lihat videonya: Bakso Merah Putih Hidangan Menyambut Hari Kemerdekaan)
Dia menekankan, jiwa wirausaha juga penting dalam membentuk karakter yang dibutuhkan seorang Paskibraka. “Wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk mengonversi kemampuan individunya dengan kreativitas inovasi ke hal yang bersifat ekonomis. “Misalnya dalam latihan baris-berbaris, dengan kemampuan inovasi, dia bisa mengonversi jadi nilai ekonomis. Misal jadi pelatih senam, pelatih paskibra, jadi model, dan lain sebagainya,” kata Asrorun.
Apabila seorang paskibraka memiliki keterampilan tertentu, seperti melukis, menata rambut, atau olah vokal, itu adalah karunia sebagai modal individu. Dengan kreativitas, maka itu bisa jadi nilai ekonomis. “Kesadaran ini harus ditumbuhkan. Harus dioptimalkan dengan kreativitas dan inovasi,” tandas Asrorun. (Aris/Shamil)
“Kalau nilai-nilai ini bisa didiseminasi di kalangan anak muda, tentu akan melahirkan anak muda yang berkarakter, berdedikasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kami mengharapkan setelah mereka bertugas sebagai Paskibraka, dan pulang kembali ke sekolah dan masyarakat, mereka bisa jadi tolok ukur, model, teladan, di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Asrorun. (Lihat videonya: Bakso Merah Putih Hidangan Menyambut Hari Kemerdekaan)
Dia menekankan, jiwa wirausaha juga penting dalam membentuk karakter yang dibutuhkan seorang Paskibraka. “Wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk mengonversi kemampuan individunya dengan kreativitas inovasi ke hal yang bersifat ekonomis. “Misalnya dalam latihan baris-berbaris, dengan kemampuan inovasi, dia bisa mengonversi jadi nilai ekonomis. Misal jadi pelatih senam, pelatih paskibra, jadi model, dan lain sebagainya,” kata Asrorun.
Apabila seorang paskibraka memiliki keterampilan tertentu, seperti melukis, menata rambut, atau olah vokal, itu adalah karunia sebagai modal individu. Dengan kreativitas, maka itu bisa jadi nilai ekonomis. “Kesadaran ini harus ditumbuhkan. Harus dioptimalkan dengan kreativitas dan inovasi,” tandas Asrorun. (Aris/Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :