Meneropong Demokrasi Indonesia Periode Mendatang, Prof Didik: Semakin Mundur

Minggu, 21 April 2024 - 20:51 WIB
loading...
Meneropong Demokrasi...
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini menyatakan perlembagaan demokrasi di Indonesia masih banyak membutuhkan evaluasi. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perlembagaan demokrasi di Indonesia masih banyak membutuhkan evaluasi. Selama ini masyarakat terlalu fokus dengan personifikasi kepemimpinan dan didukung perilaku politisi yang mengenyampingkan demokrasi sehat.

“Kalau demokrasi itu seperti sekarang strukturnya, kemudian pelaku-pelakunya, behaviornya, maka pada periode mendatang bisa terjerumus kembali ke dalam kemunduran,” ujar Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini dalam pengantar diskusi yang diselenggarakan Universitas Paramadina dan LP3ES berjudul "Masa Depan Demokrasi Indonesia di Masa Kepemimpinan Baru" secara virtual, Minggu (21/4/2024).

Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Terjun Bebas, Demokrasi Mundur

Alasan mengapa demokrasi Indonesia dianggap mengalami kemunduran, salah satunya lobi-lobi politik yang belakangan telah terjadi untuk pemerintahan mendatang.

“Dan semuanya akan ikut pemerintah. Berarti perilaku para politisi dan partai-partai itu tidak mempunyai satu kecerahan di dalam pikirannya untuk membangun demokrasi sehat,” ungkapnya.

“Jadi opisisi itu dianggap tidak penting. Check and balance dianggap tidak penting,” tambahnya.

Tidak hanya faktor perilaku politisi dan parpol, kemunduran demokrasi Indonesia juga dipengaruhi faktor masyarakat yang terlalu percaya kepada seorang manusia yang memimpin.

“Jadi selama 10 tahun itu percaya kepada orang namun tertipu semua. Karena itu, ke depan kita harus membangun sistem bukan behavior dari satu orang,” kata Didik.

“Karena demokrasi dimainkan semau gue, peraturan, karena itu sekarang dikenal bukan rule of law, tapi rule by law. Jadi hukum ditekuk-tekuk, dilipat-lipat, seolah-olah tidak melanggar, karena mendapat persetujuan dari mayoritas publik. Jadi publik yang menjadi pendorong kemunduran demokrasi," ujarnya.

Didik menilai orang-orang hingga kelompok yang ingin membangun demokrasi lebih sehat dan rasional justru sulit bahkan tidak mendapatkan suara dan tempat.

“Jadi inilah yang mendorong kemunduran demokrasi. Sementara kelompok intelektual yang ingin membangun demokrasi dengan rasional, elegan, bagus, modern, itu tidak mendapat suara dan tempat,” katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Soal Pernyataan Amien...
Soal Pernyataan Amien Rais, Foksi Ingatkan Pentingnya Etika Demokrasi di Ruang Publik
Tanggapi Amien Rais,...
Tanggapi Amien Rais, Gerakan Pemuda Marhaen: Penurunan Kualitas Demokrasi
Tata Kelola Digital...
Tata Kelola Digital dan Investasi Demokrasi
Selamat Ginting: Peradilan...
Selamat Ginting: Peradilan Militer bagian dari Sistem Negara Hukum yang Demokratis
Tenaga Ahli KSP: Kebebasan...
Tenaga Ahli KSP: Kebebasan Berpendapat Ada Batas, Kritik Harus Patuhi Aturan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Berita Terkini
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved