Kreatif di Dunia Digital Sejak Dini
Kamis, 18 April 2024 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Pemahaman mengidentifikasi informasi palsu, perlu dipelajari sejak dini dengan cara memeriksa sumber informasi, apakah berasal dari sumber kredibel dan terpercaya. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber kredibel dan jangan mudah menyebarkan sebuah informasi tanpa memastikan keabsahan nya terlebih dahulu.
Bevaola juga mengingatkan para pelajar untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak. Gunakan platform media sosial untuk hal baik dan bermanfaat. Poin terakhir yang disampaikan Bevaola adalah menjaga keamanan data pribadi di internet agar tidak sampai jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.
”Di dunia digital, tidak ada yang 100 persen aman, yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risiko sebaik-baiknya. Memang sedikit ribet, tetapi hal itu yang akan membuat kita lebih aman, dan kita harus berfikir kritis jangan mudah percaya dengan orang lain. Semoga adik-adik semua bisa menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media digital,” tutup Beavola.
Sementara narasumber kedua pada kegiatan ini, Dosen Pengajar dan Praktisi Digital Anang Dermawan menyampaikan bahwa pengguna internet, terutama para pelajar pada saat ini tengah menghadapi tantangan budaya digital. Sebagai pengguna internet, perlu untuk tetap menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menggunakan media sosial dan tidak terbuai dengan budaya asing.
Digitalisasi budaya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreatifitas yang kita miliki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuat vlog atau blog mengenai budaya Indonesia dengan berbagi cerita, pengalaman maupun pengetahuan tentang tradisi serta keragaman budaya di Indonesia.
”Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Maka dari itu, mari kita mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi, serta tempat kita bertumbuh kembang, sekaligus tempat di mana kita sebagai bangsa hadir dan bermartabat,” ujar Anang.
Kemudian, narasumber ketiga dalam kegiatan nobar kali ini, Praktisi Pendidikan Imam Wicaksono menyampaikan, pada saat ini skor sub indeks keahlian kecakapan digital pengguna internet di Indonesia masih terhitung rendah. Secara sederhana, pengguna internet dapat dikatakan cakap digital saat mengetahui dan memahami cara penggunaan perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak dengan baik, terutama memahami perangkat lunak sebagai fitur proteksi dari serangan siber. Tak kalah penting, memahami ekosistem transaksi daring seperti dompet digital, lokapasar serta transaksi digital dengan baik agar terhindar dari tindakan yang merugikan.
Bevaola juga mengingatkan para pelajar untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak. Gunakan platform media sosial untuk hal baik dan bermanfaat. Poin terakhir yang disampaikan Bevaola adalah menjaga keamanan data pribadi di internet agar tidak sampai jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.
”Di dunia digital, tidak ada yang 100 persen aman, yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risiko sebaik-baiknya. Memang sedikit ribet, tetapi hal itu yang akan membuat kita lebih aman, dan kita harus berfikir kritis jangan mudah percaya dengan orang lain. Semoga adik-adik semua bisa menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media digital,” tutup Beavola.
Sementara narasumber kedua pada kegiatan ini, Dosen Pengajar dan Praktisi Digital Anang Dermawan menyampaikan bahwa pengguna internet, terutama para pelajar pada saat ini tengah menghadapi tantangan budaya digital. Sebagai pengguna internet, perlu untuk tetap menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menggunakan media sosial dan tidak terbuai dengan budaya asing.
Digitalisasi budaya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreatifitas yang kita miliki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuat vlog atau blog mengenai budaya Indonesia dengan berbagi cerita, pengalaman maupun pengetahuan tentang tradisi serta keragaman budaya di Indonesia.
”Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Maka dari itu, mari kita mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi, serta tempat kita bertumbuh kembang, sekaligus tempat di mana kita sebagai bangsa hadir dan bermartabat,” ujar Anang.
Kemudian, narasumber ketiga dalam kegiatan nobar kali ini, Praktisi Pendidikan Imam Wicaksono menyampaikan, pada saat ini skor sub indeks keahlian kecakapan digital pengguna internet di Indonesia masih terhitung rendah. Secara sederhana, pengguna internet dapat dikatakan cakap digital saat mengetahui dan memahami cara penggunaan perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak dengan baik, terutama memahami perangkat lunak sebagai fitur proteksi dari serangan siber. Tak kalah penting, memahami ekosistem transaksi daring seperti dompet digital, lokapasar serta transaksi digital dengan baik agar terhindar dari tindakan yang merugikan.
Lihat Juga :