Megawati Soroti Kurangnya Keterlibatan Perempuan di Politik
Senin, 17 Agustus 2020 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum DPP PDIP ini menyebut adanya hukum formal tersebut membuat kaum perempuan berkiprah sama dengan kaum laki-laki. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama. "Artinya tidak disebut laki atau perempuan di mata hukum. Jadi kita harusnya kaum perempuan kita menyadari hal itu," tuturnya.
Megawati menuturkan bahwa dalam istilah Bahasa Jawa, perempuan itu sering disebut sebagai konco wingking (teman di belakang). Bahkan ada pula istilah bahwa jika masuk surga perempuan itu katut (terbawa), masuk neraka itu nunut (menumpang).
"Sudah bukan zamannya lagi kaum perempuan berbunyi itu seperti apa yang tadi saya katakan peribahasa Jawa itu. Karena kenyataan di lapangan banyak sekali bapak dan ibu bekerja untuk membesarkan anak-anaknya supaya anak Indonesia menjadi bergizi dengan makanan. Lalu pintar otaknya. Sehingga mereka dapat meneruskan sekolah tidak hanya sampai di tingkat SD atau SMP atau SMA tapi seluruhnya dapat melakukan hal itu sampai di tingkat universitas," paparnya.
(Baca juga: Mampukah Puan Maharani Ikuti Jejak Megawati Bertarung di Pilpres? ).
Megawati juga menilai bahwa kiprah perempuan dapat semakin luas. Namun, tentunya harus dibuka ruang oleh pemerintah maupun di internal keluarga masing-masing.
Megawati menuturkan bahwa dalam istilah Bahasa Jawa, perempuan itu sering disebut sebagai konco wingking (teman di belakang). Bahkan ada pula istilah bahwa jika masuk surga perempuan itu katut (terbawa), masuk neraka itu nunut (menumpang).
"Sudah bukan zamannya lagi kaum perempuan berbunyi itu seperti apa yang tadi saya katakan peribahasa Jawa itu. Karena kenyataan di lapangan banyak sekali bapak dan ibu bekerja untuk membesarkan anak-anaknya supaya anak Indonesia menjadi bergizi dengan makanan. Lalu pintar otaknya. Sehingga mereka dapat meneruskan sekolah tidak hanya sampai di tingkat SD atau SMP atau SMA tapi seluruhnya dapat melakukan hal itu sampai di tingkat universitas," paparnya.
(Baca juga: Mampukah Puan Maharani Ikuti Jejak Megawati Bertarung di Pilpres? ).
Megawati juga menilai bahwa kiprah perempuan dapat semakin luas. Namun, tentunya harus dibuka ruang oleh pemerintah maupun di internal keluarga masing-masing.
(zik)
Lihat Juga :