Pakar IT Sebut Sirekap Saksi Bisu Kejahatan Pemilu 2024

Senin, 08 April 2024 - 02:13 WIB
loading...
Pakar IT Sebut Sirekap...
Pakar IT dan Dosen Universitas Pasundan Leony Lidya menyebut bahwa kontroversi pada Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) adalah by design. Menurutnya, Sirekap telah menjadi saksi bisu kejahatan Pemilu 2024. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Pakar IT dan Dosen Universitas Pasundan Leony Lidya menyebut bahwa kontroversi pada Sistem Informasi Rekapitulasi ( Sirekap ) adalah by design. Menurutnya, Sirekap telah menjadi saksi bisu kejahatan Pemilu 2024.

"Kontroversi pada Sirekap adalah by design. Sirekap dengan runtutan kronologi tersebut saya anggap sudah menjadi saksi bisu kejahatan Pemilu 2024," kata Leony dalam diskusi Membuka Kotak Pandora Sirekap Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024 secara daring, Minggu (7/4/2024).

Ahli dari Paslon Ganjar-Mahfud di Sidang PHPU Pilpres 2024 itu pun membeberkan kronologi rasionalisasi kontroversi Sirekap yang dianggap by design. Menurutnya, pada saat mengunggah C Hasil itu teknologi pengenalan numeriknya sudah teruji. kemudian tidak muncul adanya validasi data.

"Ini sangat tidak logis, saya menganalogi bahwa itu ibarat kita setor di mesin ATM, setor uang, kemudian mesin membaca uangnya lalu menampilkan berapa banyak lembar. Kemudian ada salah, kita nggak bisa edit tapi langsung disimpan itu. Itu yang namanya harusnya kalau validasi kan bertanya dulu sudah benar atau belum," jelas Leony.

Baca Juga: PDIP Bongkar 5 Kotak Pandora Diduga Sumber Kecurangan Pilpres 2024

Bahkan, kata dia, yang lebih fatal dia menganalogikan bahwa ini desain pesawat tanpa daun pintu dan seat belt. "Tetapi saya meyakini bahwa dalam desain itu ada daun pintunya, ada seat beltnya, tapi hilang pada saat pesawat take off," ujarnya.

Leony juga mempertanyakan keaslian Sirekap oleh pembuatnya. Dirinya bertanya-tanya apakah Sirekap sudah dijalankan sesuai desain awal. Meski begitu, dirinya tidak meragukan kompetensi ITB.

"Fitur edit data pilpres bagi KPPS ditiadakan, ini juga aneh. Karena unggah foto itu juga terjadi untuk unggah data pileg tetapi kenapa hanya pilpres yang ditiadakan. Apalagi ini klaim KPU ada 154.541 TPS yang dianggap bermasalah," katanya.

Menurutnya, data yang ditampilkan KPU data yang kotor. Sebab, katanya, data yang salah unggah malah diperbaiki oleh pihak yang dianggap bukan kapasitasnya untuk memperbaiki.



"Analoginya kembali kalau kita untuk menilai ini seberapa tidak logisnya kalau ini dilakukan, bahwa ketika nasabah bertransaksi atau setor uang di ATM atau di mana lalu data transaksi tersebut diubah oleh orang lain, ini bahaya sekali. Dan sekarang saya menyadari ketika Mas Anas bilang datanya kotor, ya ini tadi sebabnya data yang salah unggah yang bermasalah diselesaikan perbaikannya oleh pihak yang lain."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Presiden Ini Menang...
Presiden Ini Menang Pilpres 7 Kali Berturut-turut, Rival Menuduhnya Curang
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
DPW Partai Perindo Jakarta...
DPW Partai Perindo Jakarta Kunjungi KPU DKI Bahas Verifikasi Parpol hingga Dana Bantuan Politik
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved