Said Abdullah Sebut Zakat Fitrah Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama
Minggu, 07 April 2024 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
”Sangat luar biasa. Mudah sekali melacak tingginya semangat kepedulian masyarakat Indonesia. Cobalah simak bila terjadi musibah di bagian negeri ini seperti banjir, gempa bumi, kecelakaan dan musibah lainnya. Semangat kebersamaan untuk saling membantu sangat luar biasa. Mudah sekali berbagai lembaga menghimpun dana bantuan dari seluruh kalangan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Orang-orang yang Tidak Berhak Menerima Zakat Fitrah
Namun sikap mental dan konsistensi memang sangat manusiawi, terkadang semangat peduli dan berbagai, semangat gotong royong mengalami pasang-surut, dengan segala problematika yang menyertainya. ”Melalui momentum Ramadan yang kita jalani ini menjadi kesempatan emas kita menyegarkan kembali, mengisi kembali energi kedisiplinan dan konsistensi kita untuk peduli dan berbagai, menjaga mental gotong royong tetap menyala dalam hati,” ujarnya.
Pada bulan Ramadan ini juga bisa disaksikan dan dirasakan berbagai aktivitas sosial seperti pembagian takjil atau makanan berbuka puasa, santunan anak yatim dan kalangan kurang mampu, pasar murah dan lainnya. ”Mosaik indah, warna warni aktivitas sosial sepanjang Ramadan hendaknya menjaga sikap mental kita untuk terus berbagi dan peduli, menjaga diri tangan di atas untuk terus memberi,” ucapnya.
Said Abdullah yakin meski Ramadan berlalu, energi untuk terus peduli dan berbagi tetap terjaga dengan baik. Apalagi banyak ritus ritus keagamaan dan budaya masyarakat Indonesia yang selalu mengingatkan untuk tidak berpaling dari semangat peduli dan berbagi.
Baca juga: Orang-orang yang Tidak Berhak Menerima Zakat Fitrah
Namun sikap mental dan konsistensi memang sangat manusiawi, terkadang semangat peduli dan berbagai, semangat gotong royong mengalami pasang-surut, dengan segala problematika yang menyertainya. ”Melalui momentum Ramadan yang kita jalani ini menjadi kesempatan emas kita menyegarkan kembali, mengisi kembali energi kedisiplinan dan konsistensi kita untuk peduli dan berbagai, menjaga mental gotong royong tetap menyala dalam hati,” ujarnya.
Pada bulan Ramadan ini juga bisa disaksikan dan dirasakan berbagai aktivitas sosial seperti pembagian takjil atau makanan berbuka puasa, santunan anak yatim dan kalangan kurang mampu, pasar murah dan lainnya. ”Mosaik indah, warna warni aktivitas sosial sepanjang Ramadan hendaknya menjaga sikap mental kita untuk terus berbagi dan peduli, menjaga diri tangan di atas untuk terus memberi,” ucapnya.
Said Abdullah yakin meski Ramadan berlalu, energi untuk terus peduli dan berbagi tetap terjaga dengan baik. Apalagi banyak ritus ritus keagamaan dan budaya masyarakat Indonesia yang selalu mengingatkan untuk tidak berpaling dari semangat peduli dan berbagi.
Lihat Juga :