Mendatangkan 500 TKA China di Tengah Pandemi Dinilai Aneh dan Konyol

Jum'at, 01 Mei 2020 - 10:23 WIB
loading...
Mendatangkan 500 TKA...
Mendatangkan 500 TKA China di Tengah Pandemi Dinilai Aneh dan Konyol
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menganggap rencana mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang akan bekerja di Perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry di Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) aneh dan konyol di masa pandemi Corona atau covid-19.

Ujang menyatakan, di satu sisi masyarakat Indonesia diminta tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran corona yang makin hari makin bertambah jumlahnya. Namun di sisi lain ada yang mendatangkan 500 TKA dari China.

"Langkah aneh dan konyol jika pemerintah pusat akan mendatangkan 500 TKA China di masa pandemi ini," ujar Ujang saat dihubungi SINDOnews, Jumat (1/5/2020).

Menurut Ujang, ini jelas kebijakan yang salah dan keliru dan ngawur. "Kebijakan yang akan menampar muka pemerintah sendiri. Kebijakan yang berlawanan dengan aturan pemerintah sendiri terkait pemutusan mata rantai penyebaran corona," imbuhnya. (Baca juga: Rencana Kedatangan 500 TKA China Melukai Perasaan Publik ).

Maka, menurut Ujang, wajar jika masyarakat, DPRD, dan Gubernur Sulawesi Tenggara menolak rencana kehadiran 500 TKA dari China tersebut. Ia menilai, masyarakat, DPRD, dan Gubernur Sulawesi Tenggara sangat rasional, dan masih waras. Berani menolak kebijakan dari pusat.

Ujang meminta pemerintah jangan buat kebijakan yang aneh-aneh di saat wabah corona ini belum bisa diatasi. Ia meminta pemerintah untuk fokus saja menyelesaikan secepat mungkin persoalan corona ini, agar masyarakat bisa kembali hidup normal.

"Kasihan masyarakat. Sudah ketakutan karena corona, ketakutan karena akan menghadapi kelaparan, ketakutan dan resah juga dengan akan datangnya 500 TKA dari China tersebut," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
Shelter Indonesia Perkenalkan...
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
Mengurai Dampak Sosial...
Mengurai Dampak Sosial dan Lingkungan PSN Batang
Kemnaker Dorong Pengantar...
Kemnaker Dorong Pengantar Kerja Perkuat Inovasi dan Adaptif
Peran Strategis Ekosistem...
Peran Strategis Ekosistem Aplikasi Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Rekomendasi
Banding Olise Ditolak,...
Banding Olise Ditolak, FIFA Bikin Prancis Murka
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Berita Terkini
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Daftar 31 Pati TNI AL...
Daftar 31 Pati TNI AL Naik Pangkat, Salah Satunya Laksma Khoirul Fuad yang Jabat Wadanpuspomal
Diplomasi Militer hingga...
Diplomasi Militer hingga Misi Kemanusiaan Bawa Donny Suharto Naik Pangkat Bintang 2
Selamat! 105 Pati TNI...
Selamat! 105 Pati TNI Naik Pangkat, Terbanyak dari Angkatan Darat
KPK Tangkap Bupati Sukoharjo...
KPK Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved