alexametrics

BNPT-Ditjen Pemasyarakatan Samakan Persepsi Soal Napi Teroris

loading...
BNPT-Ditjen Pemasyarakatan Samakan Persepsi Soal Napi Teroris
Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Penanganan narapidana kasus tindak pidana terorisme (napiter) dinilai tidak sama dengan pelaku tindak kriminal biasa.





Terorisme merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang memiliki faktor dan dimensi kompleks, terutama faktor motivasi ideologi.   

Tidak mudah melakukan transformasi ideologi dan keyakinan ekstrem dengan menggunakan pendekatan pembinaan sebagaimana diterapkan pada narapidana umum lainnya.

Untuk itu perlu sinergitas antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM dalam menangani napiter.

Hal itu diungkapkan Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendampingan Narapidana Tindak Pidana Terorisme oleh Wali Pemasyarakatan (Pamong) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), di Jakarta, Selasa 13 November 2018.

“Menangani napiter membutuhkan kewenangan, penanganan, dan kebijakan khusus dalam upaya penanggulangannya termasuk dalam menjalankan program pembinaan pelakunya," tutur Hendri.

 

Dia mengatakan, sebenarnya banyak sekali tantangan dan permasalahan dalam pelaksanaan deradikalisasi, mulai dari persoalan koordinasi, identifikasi, penempatan, fasilitas hingga persoalan lemahnya kapasitas SDM dalam menangani program pembinaan ini.   

“Inilah urgensi dari kegiatan kali ini sebagai wadah koordinasi, sinergi dan penyamaan persepsi antara BNPT dan petugas lapas, khususnya pamong yang merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan narapidana terorisme agar napiter tersebut bisa berubah menjadi lebih baik,” kata Deputi I BNPT



Melalui pertemuan ini, kata dia, para Kepala Lapas dan para pamong bisa saling berbagi informasi mengenai lapas. “Ini dapat memperkaya ilmu bagi kawan-kawannya yang bertugas di Lapas lain.

Bagi BNPT, sambung dia, rakor ini sangat bermanfaat karena bisa menyinergikan apa yang diinginkan oleh BNPT dalam melakukan tahapan deradikalisasi terhadap napiter.

Menurut dia, pamong menjadi unsur penting dalam pelaksanaan program deradikalisasi di dalam Lapas. “Merekalah orang terdepan yang bersentuhan langsung sekaligus menjadi rekan terdekat, teman curhat dan keluh kesah napi teroris selama menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak