Ahli Psikologi Politik UI Sebut Pilpres 2024 Diwarnai Politisasi Bansos Jokowi
Selasa, 02 April 2024 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Hamdi mengatakan, penggelontoran bansos dari sisi politik menjadi masalah, karena menjadi tidak fair bagi paslon lain. Pasalnya, pihak yang memiliki otoritas atas mekanisme, besaran, kapan dan bagaimana didistribusikan adalah petahana.
"Apakah etis, karena oposisi tidak punya kesempatan yang sama?" ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pematangan demokrasi, pembagian bansos menimbulkan semacam ketergantungan di antara konstituen. Selain itu, penggunaan bansos bisa memanipulasi pemilih.
Pada kesempatan itu, Hamdi menekankan, bahwa ada kontribusi faktor lain sebesar 71 persen yang mempengaruhi preferensi pemilih menentukan pilihan pada capres-cawapres, seperti penilaian atas kandidat, seperti ada atau tidak aspek positif, komunikasi, juga masalah faktor sosiologis, kesukuan, dan pertemanan.
Faktor-faktor inilah, menurutnya, yang membuat paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran kalah di Sumatra Barat dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
"Apakah etis, karena oposisi tidak punya kesempatan yang sama?" ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pematangan demokrasi, pembagian bansos menimbulkan semacam ketergantungan di antara konstituen. Selain itu, penggunaan bansos bisa memanipulasi pemilih.
Pada kesempatan itu, Hamdi menekankan, bahwa ada kontribusi faktor lain sebesar 71 persen yang mempengaruhi preferensi pemilih menentukan pilihan pada capres-cawapres, seperti penilaian atas kandidat, seperti ada atau tidak aspek positif, komunikasi, juga masalah faktor sosiologis, kesukuan, dan pertemanan.
Faktor-faktor inilah, menurutnya, yang membuat paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran kalah di Sumatra Barat dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
(maf)
Lihat Juga :