Penjelasan BNPB soal Heboh Isu Banjir Demak Picu Munculnya Selat Muria yang Hilang 300 Tahun
Senin, 25 Maret 2024 - 20:45 WIB
loading...
BNPB menepis hebohnya isu banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah memicu munculnya Selat Muria setelah hilang selama 300 tahun. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menepis hebohnya isu banjir di Kabupaten Demak , Jawa Tengah memicu munculnya Selat Muria setelah hilang selama 300 tahun. Sebelumnya, ramai di media sosial terkait munculnya Selat Muria yang memisahkan lautan pemisah Pulau Jawa dan Gunung Muria.
Banjir yang melanda Demak juga telah mendapatkan atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang langsung turun untuk melakukan pengecekan bencana. “Ini yang menjadi atensi kita, Bapak Presiden juga udah langsung melihat kondisi di Demak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, Senin (25/3/2024).
Baca juga: Banjir Demak Melanda 89 Desa, BNPB: 13.022 Jiwa Masih Mengungsi
Aam sapaan Abdul Muhari pun menjelaskan terkait isu banjir Demak dikaitkan dengan munculnya Selat Muria. “Ada beberapa isu juga ya dengan banjir Demak mungkin Selat Muria akan kembali, mungkin bisa ditampilkan lebih lebih zoom out ya, ini daerah kawasan yang terdampak ya. Sebenarnya Selat Muria itu melintang ya, melintang Demak kemudian Kudus sampai dia memisahkan ini ya Gunung Muria dari Pulau Jawa,” jelasnya.
Aam mengatakan bahwa untuk melihat fenomena alam atau fenomena geologi harus dilakukan analisis untuk mendukung statement khususnya apakah penyebab munculnya fenomena alam itu.
“Kalau kita lihat ini sebenarnya bukan faktor alamnya jadi yang perlu kita ketahui di sini ketika kita melakukan analisis dan statement yang berkaitan dengan fenomena alam atau fenomena geologi, apakah ini disebabkan oleh kondisi alamnya atau ada faktor engineering failure-nya,” kata Aam.
Lanjut Aam, bahwa banjir di Demak bukan hanya faktor alam yang menjadi penyebabnya. Namun, ada faktor tanggul jebol akibat tidak kuat menahan debit air hujan yang tinggi.
Banjir yang melanda Demak juga telah mendapatkan atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang langsung turun untuk melakukan pengecekan bencana. “Ini yang menjadi atensi kita, Bapak Presiden juga udah langsung melihat kondisi di Demak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, Senin (25/3/2024).
Baca juga: Banjir Demak Melanda 89 Desa, BNPB: 13.022 Jiwa Masih Mengungsi
Aam sapaan Abdul Muhari pun menjelaskan terkait isu banjir Demak dikaitkan dengan munculnya Selat Muria. “Ada beberapa isu juga ya dengan banjir Demak mungkin Selat Muria akan kembali, mungkin bisa ditampilkan lebih lebih zoom out ya, ini daerah kawasan yang terdampak ya. Sebenarnya Selat Muria itu melintang ya, melintang Demak kemudian Kudus sampai dia memisahkan ini ya Gunung Muria dari Pulau Jawa,” jelasnya.
Aam mengatakan bahwa untuk melihat fenomena alam atau fenomena geologi harus dilakukan analisis untuk mendukung statement khususnya apakah penyebab munculnya fenomena alam itu.
“Kalau kita lihat ini sebenarnya bukan faktor alamnya jadi yang perlu kita ketahui di sini ketika kita melakukan analisis dan statement yang berkaitan dengan fenomena alam atau fenomena geologi, apakah ini disebabkan oleh kondisi alamnya atau ada faktor engineering failure-nya,” kata Aam.
Lanjut Aam, bahwa banjir di Demak bukan hanya faktor alam yang menjadi penyebabnya. Namun, ada faktor tanggul jebol akibat tidak kuat menahan debit air hujan yang tinggi.
Lihat Juga :