Obat COVID-19 Pertama di Indonesia Tinggal Tunggu Izin Edar BPOM
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
"Perusahaan obat dari BUMN, Kimia Farma yang akan memproduksi. Rencananya ini produksinya berskala besar untuk masyarakat. Tapi tergantung ketersediaan anggaran pemerintah juga," paparnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Muhammad Nasih mengatakan obat COVID-19 tersebut usai diuji klinis sejak Maret 2020 sebelum diberikan kepada PCPEN.
"Tim dari Universitas Airlangga ini telah menguji coba lima kombinasi obat penawar COVID-19 kepada sebanyak 700 pasien. Ada 700 pasien yang telah kami uji coba klinis. Memang membutuhkan waktu lima bulan untuk sampai hari ini," ungkap Nasih.
Dia menuturkan selama ini yang menjadi kendala dalam proses produksi obat yakni ego sektoral dan birokrasi. "Sebenarnya orang Indonesia banyak yang cerdas. Tapi untuk memproduksi segala sesuatunya, dibikin ribet oleh birokrasi," tutup dia. (Baca juga: Tanpa Koordinasi, Kehadiran Vaksin COVID-19 dari China Bikin Kaget DPR)
Dalam kesempatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN), BPOM dan lainnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Muhammad Nasih mengatakan obat COVID-19 tersebut usai diuji klinis sejak Maret 2020 sebelum diberikan kepada PCPEN.
"Tim dari Universitas Airlangga ini telah menguji coba lima kombinasi obat penawar COVID-19 kepada sebanyak 700 pasien. Ada 700 pasien yang telah kami uji coba klinis. Memang membutuhkan waktu lima bulan untuk sampai hari ini," ungkap Nasih.
Dia menuturkan selama ini yang menjadi kendala dalam proses produksi obat yakni ego sektoral dan birokrasi. "Sebenarnya orang Indonesia banyak yang cerdas. Tapi untuk memproduksi segala sesuatunya, dibikin ribet oleh birokrasi," tutup dia. (Baca juga: Tanpa Koordinasi, Kehadiran Vaksin COVID-19 dari China Bikin Kaget DPR)
Dalam kesempatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN), BPOM dan lainnya.
(kri)
Lihat Juga :