Contohkan Ridwan Kamil, Idrus Marham Sebut Presiden Jokowi Bisa Jadi Ketum Golkar

Sabtu, 23 Maret 2024 - 00:46 WIB
loading...
Contohkan Ridwan Kamil,...
Mantan Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham memberikan keterangan kepada media di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2024). FOTO/MPI/FELLDY UTAMA
A A A
JAKARTA - Politikus senior yang juga mantan Sekjen DPP Partai Golkar , Idrus Marham menyebut Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) masih memiliki peluang menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini berkaca dari Ridwan Kamil yang bergabung dan menjadi wakil ketua umum (waketum) ke partai beringin.

Awalnya Idrus menyinggung soal pernyataan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menyebut siap memberikan tempat terhormat jika Presiden Jokowi ingin bergabung ke Golkar.

"Kalau bagi saya, tempat yang terhormat di situ ada dua, Ketua Umum dan atau Ketua Dewan Pembina," kata Idrus di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2024).



Idrus mengungkit penunjukkan Ridwan Kamil menjadi Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar apabila langkah Presiden Jokowi menjadi calon ketua umum dipersoalkan lantaran belum menjadi pengurus partai minimal 5 tahun.

"Kalau di dalam aturan ART, Pasal 18, untuk jadi pengurus itu harus menjadi 5 tahun anggota. Untuk jadi ketum 5 tahun jadi pengurus. Nah Pak RK sudah 5 tahun nggak? Ya tidak," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, ada satu cara yang dapat membuat Presiden Jokowi bisa maju sebagai calon Ketum Golkar. Caranya, lewat evaluasi pelaksanaan AD/ART dalam forum tertinggi Partai Golkar, yakni Musyawarah Nasional (Munas).

Baca juga: Soal Isu Jokowi Jadi Ketum Partai Golkar, JK: Tak Penuhi Syarat

"Karena itu, maka Pak Ical jawab, Pak ARB, kalau semua hendaki tempatnya ada di Munas. Dan apabila peserta Munas menghendaki, maka bisa berubah pasal 18 ART itu," tuturnya.

Di sisi lain, Idrus menjelaskan, syarat untuk menjadi caketum Golkar harus memenuhi tiga kriteria. Ketiganya adalah anggota biasa, kader, dan anggota Kehormatan.

Sementara, anggota Kehormatan yang dimaksud adalah setiap Warga Negara yang memiliki peran serta kontribusi kepada Bangsa, termasuk Partai, boleh mencalonkan. "Pertanyaannya apakah Pak Jokowi sudah punya peran? Punya. Semua orang mengakui bahwa salah satu faktor kemenangan naiknya Golkar ini di samping tentu prestasi Airlangga untuk kapitalisasi prestasi politiknya adalah Pak Jokowi," katanya.

"Kalau misalkan peranan Jokowi itu nyata, riil, dan diakui, dan Jokowi mau jadi anggota Golkar, maka DPP partai Golkar bisa menetapkan di dalam rapat plenonya, bahwa ini jadi anggota. Nah kalau sudah begitu kan mulus, tidak ada masalah," ujar mantan Mensos itu.

Kendati demikian, Idrus menegaskan, penjelasan ini dengan catatan apabila Presiden Jokowi benar-benar memiliki keinginan untuk menjadi kader Golkar, khususnya menjadi caketum. "Tapi masalahnya kan Pak Jokowi sampai pada hari ini ya masih PDIP. Tapi kan kita ini berandai-andai," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Buka Muscab Sumut, Mardiono...
Buka Muscab Sumut, Mardiono Ajak Kader PPP Bersatu Hadapi Agenda Politik
Fahd Arafiq Restui Tajudin...
Fahd Arafiq Restui Tajudin Tabri Pimpin Golkar Depok, Target 11 Kursi
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Berita Terkini
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved