Prihatin dengan Palestina, Menlu Retno Pertanyakan Solidaritas Global saat Ramadan
Jum'at, 22 Maret 2024 - 21:46 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mempertanyakan solidaritas global untuk kemanusiaan Palestina, terutama saat ini dalam bulan suci Ramadan. Foto/Tangkapan layar/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mempertanyakan solidaritas global untuk kemanusiaan Palestina . Dia pun mengaku sedih karena seharusnya di bulan Ramadan ini mereka dapat berkumpul dalam keadaan aman dan nyaman.
"Saat kita berkumpul hari ini, dalam keadaan nyaman dan aman dari bahaya, lebih dari 32.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza dan 2 juta orang mengungsi, kehilangan hak-hak mereka untuk hidup di tanah mereka sendiri," kata Menlu dalam acara Buka Puasa Bersama dengan Perwakilan negara sahabat di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024).
"Solidaritas global dipertanyakan karena UNICEF melaporkan kematian lebih dari 13.000 anak sementara yang masih hidup hidup dalam kelaparan dan saya kutip "bahkan tidak memiliki energi untuk menangis," sambungnya.
Baca juga: Sambut Ramadan, Raja Salman Desak Dunia Hentikan Kejahatan Brutal Israel terhadap Palestina
Dia mengatakan, bulan suci Ramadan ini juga merupakan kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan toleransi dan ukhuwah. Dari Ramadan, seharusnya masyarakat mendapatkan pelajaran berharga tentang kasih sayang dan solidaritas, sebuah pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh dunia saat ini.
"Sebagai seorang wanita, seorang ibu, seorang nenek, dan sebagai seorang manusia, penderitaan mereka yang tak terbayangkan membawa makna yang lebih dalam pada pengalaman saya sendiri di bulan Ramadan tahun ini," jelasnya.
Menurutnya bagi Indonesia, hal tersebut merupakan satu-satunya jawaban yang logis. Di mana Indonesia tetap berkomitmen untuk meringankan beban warga Palestina dengan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dan melipatgandakan kontribusinya kepada UNRWA dan terus mencari cara untuk mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Saat kita berkumpul hari ini, dalam keadaan nyaman dan aman dari bahaya, lebih dari 32.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza dan 2 juta orang mengungsi, kehilangan hak-hak mereka untuk hidup di tanah mereka sendiri," kata Menlu dalam acara Buka Puasa Bersama dengan Perwakilan negara sahabat di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024).
"Solidaritas global dipertanyakan karena UNICEF melaporkan kematian lebih dari 13.000 anak sementara yang masih hidup hidup dalam kelaparan dan saya kutip "bahkan tidak memiliki energi untuk menangis," sambungnya.
Baca juga: Sambut Ramadan, Raja Salman Desak Dunia Hentikan Kejahatan Brutal Israel terhadap Palestina
Dia mengatakan, bulan suci Ramadan ini juga merupakan kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan toleransi dan ukhuwah. Dari Ramadan, seharusnya masyarakat mendapatkan pelajaran berharga tentang kasih sayang dan solidaritas, sebuah pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh dunia saat ini.
"Sebagai seorang wanita, seorang ibu, seorang nenek, dan sebagai seorang manusia, penderitaan mereka yang tak terbayangkan membawa makna yang lebih dalam pada pengalaman saya sendiri di bulan Ramadan tahun ini," jelasnya.
Menurutnya bagi Indonesia, hal tersebut merupakan satu-satunya jawaban yang logis. Di mana Indonesia tetap berkomitmen untuk meringankan beban warga Palestina dengan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dan melipatgandakan kontribusinya kepada UNRWA dan terus mencari cara untuk mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Lihat Juga :