Izinkan Gelar Tirakatan, Ganjar Ajak Masyakarat Berdoa Agar COVID-19 Cepat Selesai
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:35 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengizinkan masyarakat menggelar tirakatan malam peringatan 17 Agustus 2020 dengan memperketat protokol kesehatan. FOTO Dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Kabar gembira bagi masyarakat Jawa Tengah yang ingin menggelar doa bersama atau tirakatan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah mengizinkan masyarakat menggelar tradisi tirakatan pada malam peringatan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2020.
Namun demikian, Ganjar mengingatkan agar malam tirakatan digelar dengan sederhana dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
Menurutnya, malam tirakatan merupakan tradisi yang telah dilakukan bangsa ini sejak lama dan harus dilestarikan. "Meski pandemi, tapi tidak apa-apa kalau masyarakat mau menggelar malam tirakatan. Yang penting jangan banyak-banyak orangnya dan harus mematuhi protokol kesehatan," kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (14/8/2020).
Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak menggelar acara ramai-ramai pada saat malam tirakatan jelang peringatan hari kemerdekaan itu. Masyarakat diminta tidak berkeliling dan membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan.
"Silahkan tirakat di rumah masing-masing, atau di tempat ibadah masing-masing. Bisa di masjid, langgar, gereja, pura dan lainnya. Silahkan, nggak papa," pintanya.
Namun demikian, Ganjar mengingatkan agar malam tirakatan digelar dengan sederhana dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
Menurutnya, malam tirakatan merupakan tradisi yang telah dilakukan bangsa ini sejak lama dan harus dilestarikan. "Meski pandemi, tapi tidak apa-apa kalau masyarakat mau menggelar malam tirakatan. Yang penting jangan banyak-banyak orangnya dan harus mematuhi protokol kesehatan," kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (14/8/2020).
Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak menggelar acara ramai-ramai pada saat malam tirakatan jelang peringatan hari kemerdekaan itu. Masyarakat diminta tidak berkeliling dan membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan.
"Silahkan tirakat di rumah masing-masing, atau di tempat ibadah masing-masing. Bisa di masjid, langgar, gereja, pura dan lainnya. Silahkan, nggak papa," pintanya.