PBVSI Menilai POP Wadah yang Tepat untuk Perempuan Berkompetisi

Minggu, 30 September 2018 - 20:19 WIB
PBVSI Menilai POP Wadah...
PBVSI Menilai POP Wadah yang Tepat untuk Perempuan Berkompetisi
A A A
BOGOR - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) menilai Pekan Olahraga Perempuan (POP) di Bogor yang digelar Fatayat NU merupakan wadah yang tepat untuk perempuan berkompetisi di bidang olahraga. Selama ini belum pernah ada kompetisi olahraga yang murni diinisiasi oleh ormas perempuan dan semua pesertanya juga perempuan.

Kepala tim wasit PBVSI Apendi AS mengatakan, Fatayat NU berhasil menyadarkan semua pihak bahwa perempuan yang punya bakat atau hobi berolahraga perlu difasilitasi. Sehingga kegemaran mereka tersalurkan dengan tepat.

"Apalagi Fatayat berhasil menggaet Menpora dan seluruh pertandingannya dilakukan dengan profesional. Ini bagus banget," katanya di Bogor, Minggu (30/9/2018).

Satu hal lain yang menjadi keunikan di POP ini adalah rentang batas minimum usia peserta yaitu 35 tahun. Maka sisi positif yang bisa diambil ternyata ada beberapa mantan pemain klub yang ikut bertanding. Mereka rindu berjuang kembali di lapangan.

"Ada beberapa tim voli yang saya amati mereka dulunya adalah mantan pemain klub profesional dan kalau dilihat dari gaya mainnya masih tetep jago tuh," tambahnya.

Komite Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) menyatakan, POP sudah tepat mengangkat kembali kejayaan olahraga tradisional seperti hadang. "Pesertanya banyak lansia, artinya mereka happy karena seperti mengulang permainan masa kecilnya. Ya meski bedanya disini ada aturan main," ujar Umam, pengurus KOTI pusat.

Menurutnya, saat ini olahraga tradisional mulai digalakkan lagi oleh pemerintah setelah sempat redup popularitasnya dibanding olahraga modern. "KOTI berharap POP ini bisa jadi ajang tahunan. Sebisa mungkin nantinya cabor-cabor tradisional yang dipertandingkan lebih banyak lagi," katanya.

Meski usia tak lagi muda namun semangat dan tenaga para atlet POP patut di acungi jempol. Bertahan sampai besok, tiga klub yang lolos ke babak final akan diumumkan pada acara penutupan.
(poe)
Berita Terkait
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Muhammadiyah Ucapkan...
Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah 1 Abad NU
Sejarah Nahdlatul Ulama,...
Sejarah Nahdlatul Ulama, Lahir dari Pergulatan Pemikiran Para Kiai
PBNU Luncurkan Lagu...
PBNU Luncurkan Lagu Satu Abad NU Berjudul Merawat Jagat Membangun Peradaban
Soal Muktamar Ke-34...
Soal Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama, Kiai Sepuh Serahkan ke Rais Aam
Harlah NU Gelar Sejumlah...
Harlah NU Gelar Sejumlah Kegiatan dari Perubahan Iklim hingga Reforma Agraria
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved