20 Juta Masyarakat Miliki Akses Internet, Ini Saran Kominfo bagi Pengguna Medsos

Minggu, 17 Maret 2024 - 23:30 WIB
loading...
20 Juta Masyarakat Miliki...
CEO Infina/Siberkreasi Oktora Irahadi saat menjadi pembicara dalam Obral Obrol Literasi Digital yang dengan topik
A A A
JAKARTA - Akses terhadap internet saat ini dapat dinikmati siapa saja. Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hingga Januari 2024, sekitar 80% atau 20 juta masyarakat Indonesia memiliki akses internet. Sedangkan 40%-nya merupakan pengguna aktif media sosial (medsos).

Hal ini, membuktikan bahwa media sosial terus berkembang dan memiliki banyak pengguna di Indonesia. Karena itu, keberadaan konten di media sosial menjadi kunci penting sehingga keberlangsungan sebuah akun di media sosial dapat terus ada. Hal ini, tentu saja menjadi tantangan terutama dalam menyajikan konten yang bermanfaat dan mencerdaskan.

Hal itu terungkap dalam acara Obral Obrol Literasi Digital yang dengan topik "Level Up Konten Biar Cuan!" yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Jakarta. Berdasarkan pengalaman Key Opinion Leader, Lona Cindy, untuk membuat konten jadi cuan, hal pertama yang harus dimiliki adalah goals dalam membuat konten, sehingga dalam membuat konten sesuai dengan tujuan.

Tak hanya itu, tools atau alat yang digunakan dalam membuat konten juga menjadi satu hal substansial. Apalagi untuk menciptakan konten yang disukai maka faktor penting adalah siapkan tools untuk pencahayaan yang optimal. Kemudian, aplikasi editing video juga harus dimiliki dan dikuasai penggunaan oleh calon-calon digital creator.

"Harus ada something yang kita harus benar-benar kita niatin, kita prepare, yang kalau pun valuenya nggak besar, at least kita memiliki value," kata Lona, Minggu (17/3/2024).

Lona menambahkan untuk mencapai tujuan, kreator perlu memahami dan mengenali audience. Karena itu, Lona menambahkan beberapa tips, sebagai langkah awal dalam membuat konten, seperti cara bercerita, membuat konten before, after, tips and trick, humor atau mini vlog.

CEO Infina/Siberkreasi Oktora Irahadi mengatakan, indikator sebuah konten yang layak dapat cuan, pertama-tama pastikan dulu konten tersebut memiliki engagement, sehingga menarik orang untuk menekan tombol like, comment, and share.

Menurut Oktora, strategi agar sebuah konten dapat dilirik audience seperti thumbnail pada YouTube. Sehingga, membuat gambar dan judul menarik juga merupakan hal penting.

"Jadi bikin konten itu nggak sesederhana bahwa kita bikin konten selesai. Mesti dipikir dari mulai gambar penyertanya, cover-nya seperti apa, clickbite harus dipikirkan," ungkap Oktora.

Setelah menjadi konten kemudian diunggah, luangkan waktu untuk melihat engagement. Hal ini penting, agar engagement meningkat maka perlu tahu cara, dengan mencari celah agar mesin algoritma bekerja. "Untuk mendapatkan engagement yang tinggi, seorang konten kreator harus mampu membuat konten yang menarik," katanya.

Digital Creator Alfian Rahardian Afif menegaskan, dalam membuat konten pastikan kreator mampu mengikat penonton agar menonton konten lebih lama. Menurut Alfian, mampu mengidentifikasi kekurangan pada sebuah konten juga perlu, sehingga saat konten tidak mendapatkan perhatian maka dapat segera diperbaiki, seperti faktor kualitas video.

Karena itu, memiliki referensi yang beragam menjadi indikator agar konten kreator dapat terus berkembang. "Poin penting untuk konten kita bisa naik, ya kita harus banyakin referensi dari kreator-kreator lain, untuk refleksi kita sendiri," ungkap Alfian.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Berita Terkini
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Infografis
Jangan Coba-Coba, Ini...
Jangan Coba-Coba, Ini 3 Dampak Buruk Sleep Call Bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved