alexametrics

Hasil Ijtimak Ulama II Tidak Akan Ubah Dukungan untuk Pasangan Lain

loading...
Hasil Ijtimak Ulama II Tidak Akan Ubah Dukungan untuk Pasangan Lain
GNPF Ulama kan menyelenggarakan Ijtimak Ulama kedua yaitu, mengembalikan hak kepada para ulama yang akan dilaksanakan pada pertengahan September 2018. Foto/SINDOnews/Raka Dwi N
A+ A-
JAKARTA - Ketua GNPF Ulama Ustadz Yusuf Muhammad Martak mengungkapkan Ijtimak Ulama II digelar bukan untuk menentukan arah dukungan ulama di Pilpres 2019. Menurutnya, Ijtimak Ulama II digelar untuk membahas peranan ulama dalam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Yang akan dibahas nanti sejauh apa para ulama akan memberikan dukungan dan sejauh apa komitmen yang akan diberikan. Kalau itu semuanya berjalan dengan baik dan mulus akan terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik. Dimana nantinya pasangan calon juga akan memberikan komitmennya dengan menandatangani pakta integritas," kata Yusuf dalam konferensi pers di restoran Hayam Wuruk, Jl Tebet Barat Dalam Raya, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Dengan kata lain, dapat dipastikan hasil Ijtimak Ulama II tak akan mengubah dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga.

"Jadi clear, jangan nanti ada pertanyaan apakah nanti akan bergeser dukungan itu untuk pasangan lain (Jokowi-KH Ma'ruf Amin)," ujarnya.



(Baca juga: GNPF: Ijtimak Ulama II Akan Digelar Pertengahan September 2018)

Yusuf menjelaskan, dalam ijtimak ulama II nantinya akan menampung, menerima dan akan memutuskan sejauh apa akan memberikan dukungan dan sejauh apa akan memberikan komitmen yang akan diberikan dari para ulama dan tokoh nasional.

"Dimana nantinya paslon juga akan memberikan komitmennya yaitu akan menandatangani pakta integritas. Berarti kali itu berjalan dengan baikdengan mulus insha Allah akan terjadi dan akan terjalin sebuah komunikasi dan kejasama yang baik dalam mengahadapi pilpres 2019," tuturnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak