Perayaan Nyepi Bersamaan Ramadan, Menag Imbau Saling Hormati Ritual dan Tradisi
Minggu, 10 Maret 2024 - 07:31 WIB
loading...
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Perayaan Nyepi dan Ramadan yang bersamaan menjadi momentum untuk instrospeksi, saling menghormati ritual dan tradisi. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946, beriringan dengan awal Ramadan 1445 H. Umat Hindu menyambut Nyepi dengan Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh, sedangkan umat Islam menyambut bulan puasa dengan Tarhib Ramadan dan Qiyamul-Lail.
"Selamat merayakan Hari Suci Nyepi tahun baru Caka 1946 bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Semoga umat Hindu dapat terus meningkatkan kualitas diri dalam hubungan manusia dengan Tuhan, sesama anak bangsa, dan dengan lingkungan," sebut Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Minggu (10/3/2024).
"Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1445 H bagi umat Islam. Semoga keistimewaan Ramadan dapat meningkatkan kualitas ketakwaan," sambungnya.
Baca juga: Potensi Beda Awal Ramadan, Wapres Minta Umat Saling Pengertian dan Legowo
Baik Nyepi maupun puasa Ramadan, lanjut Menag, menjadi momentum yang baik bagi umat Hindu dan Islam untuk melakukan instrospeksi. Umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu Amati geni atau tidak menyalakan api, Amati Karya atau tidak bekerja, Amati Lelungan atau tidak bepergian, dan Amati Lelanguan atau tidak menikmati hiburan/bersenang-senang. Sementara umat Islam selama Ramadan menjalani ibadah puasa.
"Selamat merayakan Hari Suci Nyepi tahun baru Caka 1946 bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Semoga umat Hindu dapat terus meningkatkan kualitas diri dalam hubungan manusia dengan Tuhan, sesama anak bangsa, dan dengan lingkungan," sebut Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Minggu (10/3/2024).
"Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1445 H bagi umat Islam. Semoga keistimewaan Ramadan dapat meningkatkan kualitas ketakwaan," sambungnya.
Baca juga: Potensi Beda Awal Ramadan, Wapres Minta Umat Saling Pengertian dan Legowo
Baik Nyepi maupun puasa Ramadan, lanjut Menag, menjadi momentum yang baik bagi umat Hindu dan Islam untuk melakukan instrospeksi. Umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu Amati geni atau tidak menyalakan api, Amati Karya atau tidak bekerja, Amati Lelungan atau tidak bepergian, dan Amati Lelanguan atau tidak menikmati hiburan/bersenang-senang. Sementara umat Islam selama Ramadan menjalani ibadah puasa.
Lihat Juga :