Peringatan World Wildlife Day 2024, MIND ID Lestarikan Satwa Dilindungi
Selasa, 05 Maret 2024 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam rangka memperingati Hari Satwa Liar Sedunia pada 3 Maret 2024, Grup MIND ID menunjukkan eksistensinya dalam melakukan berbagai program pelestarian satwa liar, salah satunya lewat upaya rehabilitasi," kata Heri Yusuf.
Saat ini ada sebanyak 126 satwa yang sedang direhabilitasi di dalam 39 kandang habituasi milik PPS Alobi. "Rehabilitasi satwa di PPS Alobi merupakan upaya mengembalikan insting liar satwa sekaligus kesiapan fisik untuk bertahan hidup ketika dilepasliarkan ke alam liar," kata Manajer PPS Alobi, Endi R Yusuf.
Kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem satwa liar juga dilakukan anggota Grup MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) lewat komitmennya dalam melestarikan burung langka Junai Emas. Unggas mirip dengan merpati tersebut merupakan satwa endemik di Pulau Jiew, Desa Maliforo Halmahera Tengah, Maluku Utara. Berbulu hitam dan berukurang sekitar 32-35 cm, burung Junai Emas kerap menjadi target perburuan ilegal.
"Antam melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara berkomitmen dalam mendukung pengelolaan konservasi burung Junai Emas," kata Heri.
Terkini, ada sekitar 5.400 ekor burung Junai Emas serta 4.000 sarang di Pulau Jiew. Sebagai orang tua asuh, Antam akan mendapatkan data perkembangan setiap dua pekan sekali juga laporan perkembangan konservasi burung Junai Emas juga sarangnya lewat foto dan video.
Saat ini ada sebanyak 126 satwa yang sedang direhabilitasi di dalam 39 kandang habituasi milik PPS Alobi. "Rehabilitasi satwa di PPS Alobi merupakan upaya mengembalikan insting liar satwa sekaligus kesiapan fisik untuk bertahan hidup ketika dilepasliarkan ke alam liar," kata Manajer PPS Alobi, Endi R Yusuf.
Kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem satwa liar juga dilakukan anggota Grup MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) lewat komitmennya dalam melestarikan burung langka Junai Emas. Unggas mirip dengan merpati tersebut merupakan satwa endemik di Pulau Jiew, Desa Maliforo Halmahera Tengah, Maluku Utara. Berbulu hitam dan berukurang sekitar 32-35 cm, burung Junai Emas kerap menjadi target perburuan ilegal.
"Antam melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara berkomitmen dalam mendukung pengelolaan konservasi burung Junai Emas," kata Heri.
Terkini, ada sekitar 5.400 ekor burung Junai Emas serta 4.000 sarang di Pulau Jiew. Sebagai orang tua asuh, Antam akan mendapatkan data perkembangan setiap dua pekan sekali juga laporan perkembangan konservasi burung Junai Emas juga sarangnya lewat foto dan video.
Lihat Juga :