Anggota MPR: Ramadan Momentum Perkuat Toleransi Kehidupan Beragama
Senin, 04 Maret 2024 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
"Toleransi, bagi yang tidak berpuasa untuk tidak makan dan minum di hadapan orang yang berpuasa. Dan masyarakat Indonesia terbiasa melakukan hal ini," ujarnya.
Baca juga: Niat Puasa Ramadan Wajib Dilakukan Sebelum Terbit Fajar
Dirinya meminta kepada peserta yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut untuk melatih anak-anaknya di rumah berpuasa. "Biasakan anak sedari kecil untuk berpuasa, mengajarkan nilai kejujuran serta kemampuan dalam menahan hawa nafsu baik makan, minum maupun amarah," kata dia.
Anggota Komisi VI DPR RI ini menambahkan, bulan suci Ramadan yang momentumnya berlangsung setelah Pemilu 2024 semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Erma juga mengingatkan masuk Ramadan selepas dilaksanakannya pesta demokrasi di Indonesia ini agar masyarakat kembali bebenah diri dengan meninggalkan perbedaan pilihan yang terjadi pada pesta demokrasi kemarin.
"Mari di bulan Ramadan ini di manfaatkan untuk merajut kebersamaan kembali dan melepas dari perbedaan pilihan yang membuat silaturahmi mungkin agak renggang. Saatnya kembali kebersamaan ini dimaksimalkan dan jangan lagi ada permusuhan agar tidak merusak hikmah Ramadan dan kebersamaan dalam kebinekaan Indonesia,” ucapnya.
Baca juga: Niat Puasa Ramadan Wajib Dilakukan Sebelum Terbit Fajar
Dirinya meminta kepada peserta yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut untuk melatih anak-anaknya di rumah berpuasa. "Biasakan anak sedari kecil untuk berpuasa, mengajarkan nilai kejujuran serta kemampuan dalam menahan hawa nafsu baik makan, minum maupun amarah," kata dia.
Anggota Komisi VI DPR RI ini menambahkan, bulan suci Ramadan yang momentumnya berlangsung setelah Pemilu 2024 semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Erma juga mengingatkan masuk Ramadan selepas dilaksanakannya pesta demokrasi di Indonesia ini agar masyarakat kembali bebenah diri dengan meninggalkan perbedaan pilihan yang terjadi pada pesta demokrasi kemarin.
"Mari di bulan Ramadan ini di manfaatkan untuk merajut kebersamaan kembali dan melepas dari perbedaan pilihan yang membuat silaturahmi mungkin agak renggang. Saatnya kembali kebersamaan ini dimaksimalkan dan jangan lagi ada permusuhan agar tidak merusak hikmah Ramadan dan kebersamaan dalam kebinekaan Indonesia,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :