Pesawat Hawk 109/209 Menolak Tua!

Jum'at, 01 Maret 2024 - 05:13 WIB
loading...
Pesawat Hawk 109/209...
Ilustrasi: Masyudi/SINDOnews
A A A
MEDIO Februari kemarin TNI AU dan TNI AL melaksanakan latihan bersama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Pada latihan tersebut TNI AU mengerahkan dua pesawat Hawk 109/209 milik Skadron Udara I Wing Udara 7 Lanud Supadio dan TNI AL mengandalkan KRI John Lie-358.

baca juga: Wamenhan Ungkap Sulitnya Pengadaan Alutsista Baru

Berdasar skenario latihan yang bertajuk Air Joining Procedure (AJP), dua pesawat Hawk TNI AU melaksanakan prosedur pengenalan berhasil diidentifikasi radar udara AWS-9 KRI John Lie-358 sebelum akhirnya melaksanakan prosedur penggabungan.

Selanjutnya, dua pesawat Hawk melaksanakan simulasi penyerangan udara ke permukaan terhadap KRI John Lie-358, yang diikuti aksi self-defense kapal korvet tersebut dengan menggunakan meriam Oto Melara 76 mm, Oerlikon 30 mm, dan Mitraliur 12,7 mm. Dua pesawat Hawk TNI AU kemudian melaksanakan taktik ofensif terhadap kapal perang sekaligus melatih manuver penghindaran dari serangan balasan.

Untuk diketahui, latihan ini merupakan pelaksanaan perintah Pangkoarmada I untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan kemampuan unsur gelar operasi TNI yang responsif dan integratif dalam melaksanakan operasi pengamanan ALKI I dengan alutsista TNI yang modern dan adaptif dalam merespons segala ancaman yang mungkin terjadi, baik di masa damai maupun di masa perang.

Sekilas, latihan interoperabilitas di antara unsur kekuatan TNI AL dan TNI sebagai latihan biasa. Namun di balik itu, ada pemandangan yang sebenarnya Istimewa, yaitu bagaimana pesawat Hawk 109/209 masih survive dan mampu mengemban misi menjawab dinamika tantangan yang sangat progresif dan membutuhkan teknologi militer teranyar.

Realitas tersebut tentu serta-merta mengulik pertanyaan bagaimana pesawat tua tersebut masih menjadi andalan TNI AU untuk menjaga dirgantara Indonesia? Apakah pesawat buatan British Aerospace (BAE) itu mampu menghadapi dinamika tantangan yang mutlak mensyaratkan dukungan state of the art teknologi militer? Atau apakah TNI AU terpaksa masih mengandalkan pesawat tersebut karena pesawat teranyar yang dibeli, yakni Rafale masih butuh waktu lama untuk tiba di Tanah Air.

Cercaan pertanyaan itu wajar karena pesawat Hawk 109/209 sudah menjadi tulang punggung kekuatan TNI AU sejak 1996. Kala itu total TNI AU membeli 8 Hawk 109 dan 16 Hawk 209 yang diterima antara 1996 hingga 1997. Pada 1980, TNI AU menambah sejumlah varian Hawk Mk 53. Pembelian pesawat jenis ini antara lain untuk mengemban misiair superioritydanground attack, terutama untuk Hawk Mk 209 yang merupakan variansingle seater.

baca juga: Memborong Alutsista, Indonesia dalam Ancaman Perang?

Pertanyaan juga patut disampaikan karena sejumlah insinden yang dialami. Pada 2012 misalnya, pesawat Hawk 200 Skuadron 12 TNI AU Rusmin Nuryadin mengalami kecelakaan saat melakukan latihan rutin. Bersyukur pilot Letnan Pnb Reza selamat setelah berhasil keluar dengan kursi pelontar (eject seat). Masih di Riau, pada 15 Juni 2020 pesawat Hawk 109 celaka dalam pendaratan usai latihan. Sang pilot, Lettu Pnb Apriyanto Ismail selamat dengan cara yang sama.

Saat itu pesawat yang relatif masih berusia muda diduga celaka karena masalah perawatan. Di usia jelang 30 tahun, risiko operasi pesawat Hawk 109/209 sudah pasti semakin tinggi. Pemerintah tentu menyadari kondisi tersebut. Karena itu, wacana penggantian pesawat tersebut sudah menyeruak beberapa tahun jelang pesawat Hawk 109/209 menginjak usia 25 tahun.

Rencananya, penggantian armada Hawk 109/209 yang bermarkas di dua skadron operasional TNI AU tersebut akan dilaksanakan secara bertahap pada pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) TNI AU ke-4 periode 2020-2024. Hal ini pun sudah masuk dalam pengajuan pemenuhan kebutuhan pokok minimal (MEF) Tahap IV untuk periode yang sama. Pembelian Rafale dan F-15 EX menjadi opsi penggantinya.

Membangun Interoperabilitas dan NCW

Dari latihan bersama TNI AL-TNI AU yang melibatkan pesawat Hawk 109/209 dengan KRI John Lie-358, maka fokus utama yang diuji kapasitasnya adalah kemampuan melakukan interoperabilitas. Prasyarat demikian bisa terwujud di antaranya karena sistem avionik yang dimiliki, termasuk oleh Hawk 109/209, memiliki kapasitas untuk tugas tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Usia Pensiun Polisi...
Usia Pensiun Polisi Ditambah Jadi 60 Tahun, Menkum: Seperti TNI, Jaksa, hingga PNS
Taklimat di Seskoad,...
Taklimat di Seskoad, Prabowo Berpesan TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Bersejarah, Prabowo...
Bersejarah, Prabowo Jadi Presiden Pertama Beri Arahan ke Perwira TNI-Polri di Seskoad
Prabowo Dukung TNI-Polri...
Prabowo Dukung TNI-Polri Ciptakan Kepemimpinan yang Kuat, Bijaksana, dan Adaptif
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Rekomendasi
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Rekomendasi Microdrama...
Rekomendasi Microdrama V+Short Bertema Perselingkuhan, Konfliknya Bikin Emosi!
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved