Waspadai Propaganda Khilafah melalui Event Kekinian Menjangkau Generasi Muda
Kamis, 29 Februari 2024 - 18:14 WIB
loading...
Pengurus Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) M Najih Arromadloni. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kelompok pengusung ideologi khilafah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diyakini akan teruse bergerak memengaruhi masyarakat, generasi muda, dengan berbagai bentuk dan manuver pergerakannya. Salah satunya melalui peringatan Isra Miraj yang dibungkus dalam sebuah acara akbar bertema Metamorfoshow: It's Time to be Ummah yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, beberapa hari lalu.
Acara yang dihadiri sekitar 1.200 anak muda diduga menjadi sarana bagi organisasi terlarang HTI untuk mendulang dukungan dan kaderisasi generasi muda Indonesia.
"Terselenggaranya acara Metamorfoshow kemarin menunjukkan bahwa HTI mampu mengemas pendekatannya terhadap masyarakat Indonesia dengan kemasan yang lebih menarik dibandingkan sebelumnya. Saya kira ini menjadi kewajiban semua pihak untuk memberikan kontranarasi dan menjelaskan persoalannya kepada publik," kata pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) M Najih Arromadloni dalam keterangannya dikutip, Rabu (29/2/2024).
Gus Najih, panggilan akrabnya, menegaskan, para akademisi, santri, tokoh agama, memiliki kewajiban yang sama untuk menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya propaganda khilafah. Seruan penegakan khilafah itu tidak lebih dari kampanye politik, dan bukan kewajiban agama seperti yang diserukan oleh kelompok radikal.
"Perlu dipahami jika dalam ajaran agama, perintah mendirikan khilafah itu sebenarnya tidak ada. Adapun terminologi 'khilafah' yang tertulis dalam kitab para ulama terdahulu, sejatinya sudah terwakili dalam model pemerintahan yang ada saat ini. Tugas penting berikutnya terletak pada kesiapan aparat penegak hukum dalam melindungi jalannya NKRI," katanya.
Acara yang dihadiri sekitar 1.200 anak muda diduga menjadi sarana bagi organisasi terlarang HTI untuk mendulang dukungan dan kaderisasi generasi muda Indonesia.
"Terselenggaranya acara Metamorfoshow kemarin menunjukkan bahwa HTI mampu mengemas pendekatannya terhadap masyarakat Indonesia dengan kemasan yang lebih menarik dibandingkan sebelumnya. Saya kira ini menjadi kewajiban semua pihak untuk memberikan kontranarasi dan menjelaskan persoalannya kepada publik," kata pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) M Najih Arromadloni dalam keterangannya dikutip, Rabu (29/2/2024).
Gus Najih, panggilan akrabnya, menegaskan, para akademisi, santri, tokoh agama, memiliki kewajiban yang sama untuk menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya propaganda khilafah. Seruan penegakan khilafah itu tidak lebih dari kampanye politik, dan bukan kewajiban agama seperti yang diserukan oleh kelompok radikal.
"Perlu dipahami jika dalam ajaran agama, perintah mendirikan khilafah itu sebenarnya tidak ada. Adapun terminologi 'khilafah' yang tertulis dalam kitab para ulama terdahulu, sejatinya sudah terwakili dalam model pemerintahan yang ada saat ini. Tugas penting berikutnya terletak pada kesiapan aparat penegak hukum dalam melindungi jalannya NKRI," katanya.
Lihat Juga :