Komeng, antara Uhuy dan Disonansi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:53 WIB
loading...
A A A
Bahkan saking tingginya tekad untuk bisa masuk ke Senayan, banyak kontestan memanfaatkan foto editan demi bisa menarik perhatian. Kisruh soal pemakaian foto editan ini kerap menjadi rasan-rasan atau omongan di lapangan. Yang paling fenomenal adalah gegeran antara Farouk Muhammad dan Evi Apita Maya pada 2019. Keduanya adalah calon anggota DPD dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lewat kampanye dan gambar di kertas suara yang sangat cantik, perolehan suara Evi Apita melambung tinggi di Pemilu. Kalah suara hingga terpaut 98.000, Farouk pun menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Farouk mempersoalkan Evi Apita yang dinilai memanipulasi dan mengedit fotonya hingga di luar batas wajar. Namun Gugatan Farouk kandas. Dan meski dinilai kelewat cantik, Evi Apita akhirnya melenggang menjadi anggota dewan.

Sejatinya tak hanya di NTB, fenomena foto editan adalah hal lumrah di banyak daerah. Ini setidaknya bisa disimpulkan dari terpilihnya sosok-sosok baru dan kurang terkenal sejak kursi DPD mulai diperebutkan pada Pemilu 2004. Bahkan, belakangan ini demi bisa lolos menjadi senator, tak sedikit yang harus mengubah nama.

Fenomena Komeng ini memang tidak lepas dari situasi pemilih yang umumnya memiliki keterbatasan preferensi saat masuk di kamar TPS yang sangat privasi itu. Kala terjadi kekosongan preferensi itulah kemudian otak merespons dengan melakukan scanning terhadap sosok yang paling mudah diingat. Di sinilah aspek keterkenalan dan penampilan menjadi dominan. Pilihan akhirnya jatuh kepada artis, tokoh besar atau mereka yang terlihat cantik, ganteng, muda, menarik dan sebagainya.

Namun terpilihnya Komeng sepertinya agak berbeda. Bukan ganteng, cantik, menarik atau muda yang jadi pemikat. Orang justru melihat Komeng sebagai sosok yang tulus dan polos. Dia memang komedian terkenal yang masyhur dengan celetukan 'uhuy'. Namun foto selfienya yang 'nyengir' menjadi penanda bahwa Komeng adalah sosok rakyat biasa yang tampil apa adanya. Pelawak bernama lengkap Alfiansyah Bustami ini berhasil menempatkan sosok dirinya yang terkenal tapi muncul tanpa sekat dan make up. Praktis, dia semakin menjadi begitu dekat dan lekat di hati masyarakat.

Keterkenalan dan kepolosan sebagaimana yang dimiliki Komeng tentu bukan menjadi jaminan tunggal seseorang bisa melenggang ke Senayan. Sebab, menjadi anggota Dewan menuntut kecerdasan, kepiawaian dan sederet pengalaman. Sementara Komeng adalah benar-benar pendatang baru yang belum pernah terjun ke lapangan politik sedikit pun.

Lalu mengapa pemilih begitu mudah menaruh sekaligus mempercayakan harapan kepada seorang Komeng yang latar belakangnya komedian alias pelawak? Di sisi lain, seiring perkembangan teknologi dan pendidikan, rasionalitas para pemilih juga meningkat seiring tingkat pendidikan mereka yang juga kian menanjak. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang tentu membutuhkan kajian lebih mendalam ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
Anggota DPD RI Muhammad...
Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah Soroti Jalan Rusak di Sidang Paripurna
Demi Akselerasi Pembangunan...
Demi Akselerasi Pembangunan Daerah, Generasi Muda Ingin Peran DPD Menguat
7 Rekomendasi Fahira...
7 Rekomendasi Fahira Idris untuk Transformasi Posyandu
Cegah Pelecehan, Ketua...
Cegah Pelecehan, Ketua Komite III DPD RI Dorong Penguatan Regulasi Perlindungan Atlet
Kemenko Polkam-DPD RI...
Kemenko Polkam-DPD RI Perkuat Sinergi Komunikasi Hadapi Maraknya Hoaks
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Soroti Investasi di...
Soroti Investasi di Fakfak, Anggota DPD RI Filep: Hormati Hak Masyarakat Adat
Apresiasi Lebaran Betawi,...
Apresiasi Lebaran Betawi, Fahira Idris: Dari Hajatan Lokal Mampu Jadi Produk Wisata Global
Rekomendasi
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
Berita Terkini
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved