Sikap Australia Menolak Separatisme di Papua Diapresiasi
Selasa, 27 Februari 2024 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Nurhasanah menjelaskan, kelompok separatisme di Papua tidak memiliki dukungan baik secara de jure maupun de facto dari negara-negara lain, termasuk pemerintah Australia untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI.
"Australia ini menjadi negara terbesar di kawasan Pasifik yang telah menjalin kerja sama yang baik dengan Indonesia. Indonesia dan Australia telah bekerja sama di bidang kerja sama politik, perdagangan, investasi, dan pertahanan," jelas Nurhasanah.
Oleh sebab itu menurut Nurhasanah, kunjungan pemerintah Australia ke Kantor Kemhan, menandakan bahwa pemerintah Australia sangat keras menolak gerakan Papua merdeka. Posisi Australia lanjutnya, jelas mengakui kedaulatan wilayah di Indonesia.
Termasuk provinsi yang menjadi bagian dari Indonesia, tidak bisa diintervensi oleh negara asing. "Saya kira penting bagi negara-negara tetangga lain mengikuti langkah Australia. Yang dengan lantang menolak kelompok separatisme dan mengakui kedaulatan NKRI," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (23/2/2024).
"Australia ini menjadi negara terbesar di kawasan Pasifik yang telah menjalin kerja sama yang baik dengan Indonesia. Indonesia dan Australia telah bekerja sama di bidang kerja sama politik, perdagangan, investasi, dan pertahanan," jelas Nurhasanah.
Oleh sebab itu menurut Nurhasanah, kunjungan pemerintah Australia ke Kantor Kemhan, menandakan bahwa pemerintah Australia sangat keras menolak gerakan Papua merdeka. Posisi Australia lanjutnya, jelas mengakui kedaulatan wilayah di Indonesia.
Termasuk provinsi yang menjadi bagian dari Indonesia, tidak bisa diintervensi oleh negara asing. "Saya kira penting bagi negara-negara tetangga lain mengikuti langkah Australia. Yang dengan lantang menolak kelompok separatisme dan mengakui kedaulatan NKRI," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (23/2/2024).
Lihat Juga :