Waketum Perindo Ferry Kurnia Minta KPU Transparan dan Riil Tampilkan Data C1 di Sirekap
Selasa, 27 Februari 2024 - 06:44 WIB
loading...
Waketum DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya dan seolah-olah ditutupi data partai berlambang sayap rajawali pada aplikasi Sirekap KPU. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo , Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya dan seolah-olah ditutupi data partai berlambang sayap rajawali pada aplikasi Sistem Rekapitulasi Suara (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.
Baca juga: Kritisi Sirekap, Sekjen Perindo Sebut Ada Upaya Pencaplokan Suara Partai Tertentu
"KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C hasil plano apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal," ujar Ferry kepada wartawan, Selasa (27/2/2024).
Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.
"Bila diperlukan Sirekap dihentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan," jelasnya.
Ia menilai aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).
Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.
Baca juga: Kritisi Sirekap, Sekjen Perindo Sebut Ada Upaya Pencaplokan Suara Partai Tertentu
"KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C hasil plano apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal," ujar Ferry kepada wartawan, Selasa (27/2/2024).
Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.
"Bila diperlukan Sirekap dihentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan," jelasnya.
Ia menilai aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).
Lihat Juga :