Kompolnas dan Lemkapi Apresiasi Polresta Soetta Bongkar Sindikat Pornografi Anak

Minggu, 25 Februari 2024 - 06:29 WIB
loading...
Kompolnas dan Lemkapi...
Kompolnas dan Lemkapi mengapresiasi apresiasi jajaran Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta yang berhasil membongkar jaringan kasus ponografi anak. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mengapresiasi apresiasi jajaran Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta atas kerjasamanya dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) AS berhasil membongkar jaringan kasus ponografi anak.

Kompolnas berharap penangkapan para pelaku jaringan internasional tersebut dapat membongkar jaringan lainnya di Indonesia yang menjadikan anak-anak Indonesia sebagai obyek pornografi online.

"Perlindungan Anak menjadi tugas kita semua. Kerja sama Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta dan jajaran yang sangat baik dengan Violent Crimes Against Children International Task Force FBI dapat menjadi contoh yang sangat baik bagi peningkatan kerjasama internasional," kata anggota Kompolnas Poengky Indarti, Sabtu (25/2/2024).

Baca juga: Bongkar Kasus Pornografi Anak, Polisi: Pelaku Diduga Memiliki Penyimpangan

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan mengatakan pengungkapan kasus video porno yang melibatkan anak-anak Indonesia ini merupakan kasus yang sangat sulit karena para pelaku sangat sangat profesional dalam melakukan aksinya. "Berkat kecanggihan teknologi kepolisian kita dibantu FBI berhasil mengungkap kasus ini," ungkap Edi.

Menurut dosen pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta ini keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus ini menujukan mereka (Polri) sejajar dengan kepolisian modern diseluruh dunia.

Baca juga: Polres Bandara Soetta Sebut Kasus Pornografi Anak Berawal Informasi dari FBI

"Kecepatan kepolisian Polresta Bandara Soetta dan Polda Metro Jaya mengungkap kasus video porno ini banyak mendapat apresiasi dunia internasional," ungkap mantan anggota Kompolnas ini.

Diketahui, Polresta Bandara Soetta bekerjasama dengan FBI mengungkap jaringan film porno yang melibatkan anak di bawah umur. Dari hasil pengungkapan, polisi menangkap lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari hasil penelusuran dan penyelidikan dilakukan oleh penyidik, selanjutnya penyidik melakukan penangkapan terhadap lima pelaku,” kata Wakapolresta Bandara Soetta AKBP Ronald Fredi Christian Sipayung saat konferensi pers, Jumat 24 Februari 2024.

Ronald mengatakan awalnya polisi menangkap satu pelaku berinisial HS sebagai pencari korban anak-anak untuk dilibatkan dalam pembuatan film porno. Setelah itu, barulah empat pelaku lainnya diamankan.

“Dan dari hasil pengembangan terhadap satu pelaku (HS), kemudian dilakukan penelusuran sehingga kemudian penyidik melakukan penangkapan terhadap empat pelaku lainnya: MA, AH, KR, dan NZ,” ungkap Ronald.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Z Reza Pahlevi menjelaskan konten porno dijual dengan harga beragam sesuai durasi. Harga yang dipatok juga berbeda antara pembelian dengan mata uang dolar Amerika dan rupiah.

“Pelaku menjualnya dengan range harga USD50-100 untuk satu video dengan durasi 1-2 menit. Untuk pelaku yang lainnya yang berdomisili di wilayah NKRI dijual dengan harga Rp100.000-300.000,” ungkap Reza.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Perusahaan, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
Tragis! Di Bali, Pria...
Tragis! Di Bali, Pria Tewas Dikeroyok Hanya Gara-gara Dituduh Curi Ayam
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Rekomendasi
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Kematian Sutrimo
Siswi SMAK Penabur Sabet...
Siswi SMAK Penabur Sabet Medali Perunggu Olimpiade Matematika Internasional 2026
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen:...
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen: BYD M6 DM Cetak Efisiensi 82 km/liter
Berita Terkini
Usut Perkara TPPU Febrie...
Usut Perkara TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Kejagung Periksa 7 Orang Saksi
Presiden PKS Dorong...
Presiden PKS Dorong Komponen Bangsa Lebih Aktif Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Sambut HUT Ke-81 RI,...
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Titi Anggraini: Tak...
Titi Anggraini: Tak Libatkan Parpol Nonparlemen Bahas RUU Pemilu Tindakan Inkonstitusional
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved