BKKBN Genjot Turunkan Stunting dan Unmet Need di 2024
Jum'at, 23 Februari 2024 - 18:50 WIB
loading...
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa BKKBN akan menggenjot pencapaian target-target di 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa BKKBN akan menggenjot pencapaian target-target di 2024, di antaranya penurunan stunting, penurunan total fertility rate (TFR). Kemudian, prevalensi kontrasepsi modern (mCPR), kelahiran menurut umur atau Age Specific Fertility Rate (ASFR), dan kebutuhan KB modern yang tidak terpenuhi (unmet need).
Dia menuturkan, BKKBN juga harus bisa meningkatkan Indeks Capaian Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Arsip dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang lincah, kolaboratif, dan akuntabel.
“Sebetulnya yang kita mau fokus di antaranya tentang stunting. Stunting betul-betul butuh kerja keras karena stunting kita targetkan 14% di 2024,” jelas Hasto Wardoyo ditemui sesaat setelah membuka acara Konsolidasi Program Dukungan Manajemen Nasional dalam Percepatan Capaian Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2024 di Hotel MG Setos, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/2/2024).
![BKKBN Genjot Turunkan Stunting dan Unmet Need di 2024]()
Fokus kedua adalah menurunkan angka unmet need, bahwa selama pandemi Covid-19 akseptor yang semestinya mendapat pelayanan KB, tapi belum terlayani. Kebutuhan KB modern yang tidak terpenuhi (unmet need) 7,70 persen pada 2023, ditargetkan menjadi 7,40 persen pada 2024.
Dia menuturkan, BKKBN juga harus bisa meningkatkan Indeks Capaian Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Arsip dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang lincah, kolaboratif, dan akuntabel.
“Sebetulnya yang kita mau fokus di antaranya tentang stunting. Stunting betul-betul butuh kerja keras karena stunting kita targetkan 14% di 2024,” jelas Hasto Wardoyo ditemui sesaat setelah membuka acara Konsolidasi Program Dukungan Manajemen Nasional dalam Percepatan Capaian Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2024 di Hotel MG Setos, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/2/2024).

Fokus kedua adalah menurunkan angka unmet need, bahwa selama pandemi Covid-19 akseptor yang semestinya mendapat pelayanan KB, tapi belum terlayani. Kebutuhan KB modern yang tidak terpenuhi (unmet need) 7,70 persen pada 2023, ditargetkan menjadi 7,40 persen pada 2024.
Lihat Juga :