Aktivis Agama dan Kearifan Lokal Serukan Pemerintah Serius Atasi Krisis Lingkungan
Kamis, 22 Februari 2024 - 20:43 WIB
loading...
Diskusi Terarah bertajuk REACT: Identitas Agama dan Aktivisme Lingkungan: Aktor, Strategi, dan Jaringan yang berlangsung di Hotel Jambuluwuk Thamrin, Jakarta, pada 20-22 Februari 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Masalah kerusakan lingkungan diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pandangan ini disampaikan oleh 29 aktivis lingkungan berbasis agama, kepercayaan, dan kearifan lokal.
Mereka mendorong percepatan upaya pelestarian dan penanggulangan krisis iklim, bukan sekadar retorika. Desakan ini disampaikan dalam Diskusi Terarah bertajuk Religious Environmentalism Action (REACT): Identitas Agama dan Aktivisme Lingkungan: Aktor, Strategi, dan Jaringan” yang berlangsung di Hotel Jambuluwuk Thamrin, Jakarta, pada 20-22 Februari 2024.
![Aktivis Agama dan Kearifan Lokal Serukan Pemerintah Serius Atasi Krisis Lingkungan]()
Diskusi ini diinisiasi oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, bersama Kedutaan Besar Belanda ini merupakan bagian dari proyek REACT yang bertujuan memperkuat aksi lingkungan hidup di Indonesia.
Baca juga: Atasi Kerusakan Lingkungan, Indonesia Diingatkan Tekan Sampah Plastik
Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin menegaskan, solusi krisis lingkungan hidup tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan politisi.
"Sudah mulai tumbuh gerakan lingkungan berbasis keagamaan. Ketika agama dibawa-bawa, artinya
ada hal yang urgent yang perlu ditangani bersama," kata Didin, Kamis (22/2/2024).
Mereka mendorong percepatan upaya pelestarian dan penanggulangan krisis iklim, bukan sekadar retorika. Desakan ini disampaikan dalam Diskusi Terarah bertajuk Religious Environmentalism Action (REACT): Identitas Agama dan Aktivisme Lingkungan: Aktor, Strategi, dan Jaringan” yang berlangsung di Hotel Jambuluwuk Thamrin, Jakarta, pada 20-22 Februari 2024.

Diskusi ini diinisiasi oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, bersama Kedutaan Besar Belanda ini merupakan bagian dari proyek REACT yang bertujuan memperkuat aksi lingkungan hidup di Indonesia.
Baca juga: Atasi Kerusakan Lingkungan, Indonesia Diingatkan Tekan Sampah Plastik
Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin menegaskan, solusi krisis lingkungan hidup tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan politisi.
"Sudah mulai tumbuh gerakan lingkungan berbasis keagamaan. Ketika agama dibawa-bawa, artinya
ada hal yang urgent yang perlu ditangani bersama," kata Didin, Kamis (22/2/2024).
Lihat Juga :